opini

Menyibak Sejarah Masuknya Islam di Asia Tenggara: Pandangan Teoritis Dari Beberapa Sejarahwan

Minggu, 9 Februari 2025 | 15:43 WIB
potret para Haji asal Nusantara pada abad 19 (Nusantara)

Berita Tiongkok menyebutkan, di masa Dinasti Tang, tepatnya pada abad ke-9 dan ke-10, orang-orang Ta-Shih sudah tercatat tinggal di daerah Kanton (Kan-fu) dan Sumatra.

Sedangkan Ta-Shih adalah sebutan untuk orang-orang Arab dan Persia, yang ketika itu jelas sudah memeluk Islam.

Komunitas pedagang Arab ini dilaporkan melakukan perkawinan dengan wanita lokal setempat.

Hingga akhirnya terbentuklah sebuah komunitas Muslim, yang terdiri dari orang-orang Arab pendatang dan penduduk lokal.

Terlebih lagi menurut Arnold, anggota-anggota komunitas Muslim ini juga melakukan kegiatan-kegiatan penyebaran Islam.

Pendapat yang sama juga diperjelas oleh sejarahwan Belanda, JC van Leur, Indonesian Trade and Society.

Menurut Leur, koloni-koloni Arab Muslim telah berdomisili di barat laut Sumatra, yaitu Barus, daerah penghasil kapur barus terkenal sejak tahun 674.

Pendapat Leur ini berdasarkan pada cerita perjalanan para pengembara yang sampai ke wilayah Asia Tenggara.

Taufik Abdullah (1991) dalam sebuah buku yang dieditorinya yaitu Sejarah Ummat Islam Indonesia, malah justru tiba pada kesimpulan berbeda.

Menurut Abdullah, sejauh ini belum ada bukti di tempat-tempat yang telah disinggahi oleh para pedagang Muslim itu masyarakat lokalnya telah menganut Islam.

Suasana pesantren pada abad 19 (wikipedia)

Menurut analisisnya, adanya koloni yang terdiri dari para pedagang Arab itu bisa jadi karena mereka berdiam di sana untuk menunggu musim yang baik untuk berlayar melanjutkan perjalanan.

Bicara proses konversi Islam di kalangan pribumi Asia Tenggara kemungkinan besar barulah terjadi setelah abad ke-12. Azyumardi Azra (1994) dalam karya klasiknya Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abab XVII dan XVIII, Melacak Akar-akar Pembaharuan Islam di Indonesia, menyimpulkan:

“Mungkin benar bahwa Islam sudah diperkenalkan ke dan ada di Nusantara pada abad-abad pertama Hijriah, sebagaimana dikemukakan Arnold dan dipegangi banyak sarjana Indonesia-Malaysia, tetapi hanyalah setelah abad ke-12 pengaruh Islam kelihatan lebih nyata. Karena itu proses Islamisasi tampaknya mengalami akselerasi antara abad ke-12 dan ke-16.”

Kebanyakan para sejarawan tampaknya masih kesulitan untuk menjawab secara tepat dan general terhadap pertanyaan “kapan, di mana, mengapa, dan dalam bentuk apa” Islam mulai menimbulkan dampak secara signifikan bagi dinamika masyarakat Asia Tenggara untuk pertama kalinya.

Halaman:

Tags

Terkini