Menyibak Sejarah Masuknya Islam di Asia Tenggara: Pandangan Teoritis Dari Beberapa Sejarahwan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 9 Februari 2025 | 15:43 WIB
potret para Haji asal Nusantara pada abad 19 (Nusantara)
potret para Haji asal Nusantara pada abad 19 (Nusantara)

KLIK SAJA – Kawasan Asia Tenggara adalah tempat tinggal bagi penduduk Muslim terbesar di dunia.

Terlebih lagi, Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Kemudian minoritas Muslim juga ditemukan di Burma (Myanmar), Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Istilah Islam Asia Tenggara (Southeast Asian Islam) sendiri sering digunakan secara bergantian dengan istilah 'Islam Melayu-Indonesia' (Malay-Indonesian Islam) dan kini santer juga sering disebut Islam Nusantara.

Penyebutan secara sinonim ini teramat wajar, mengingat jumlah populasi pemeluk Islam di Malaysia dan Indonesia secara keseluruhan diestimasi mencapai lebih dari 40 persen jumlah penduduk di Asia Tenggara dan kisaran 25 persen penduduk Muslim dunia.

Baca Juga: Menguak Sejarah Logam Membentuk Peradaban Manusia

Helmiati (2014) dalam bukunya Sejarah Islam Asia Tenggara sengaja membedakan tahapan atau fase konversi keagamaan di Asia Tenggara ke dalam tiga terminologi, yaitu “kedatangan Islam”, “penetrasi (penyebaran) Islam, dan “islamisasi”.

 Kedatangan Islam lazimnya dibuktikan dengan melihat peninggalan artefak-artefak sejarah, seperti prasasti, batu bertulis, batu nisan, dan lain sebagainya.

Sementara dari bukti pelbagai artefak inilah kemudian diperkirakan awal kedatangan Islam di suatu tempat tertentu.

Sudah tentu kedatangan Islam sebagai suatu interaksi awal dengan masyarakat setempat ini tidak selalu berarti bahwa masyarakat tersebut telah serta-merta menganut Islam.

Meskipun tidak terlalu jelas dari mana asumsi tersebut ia rumuskan, jiak menilik tulisan Helmiati lazimnya proses konversi menjadi Islam pada kasus Asia Tenggara, seringkali berselang waktu kurang lebih setengah abad setelah fase kedatangan Islam itu sendiri.

Sementara Islamisasi merupakan suatu proses panjang yang berlangsung selama berabad-abad bahkan sampai sekarang juga masih terus berproses.

Islamisasi, selain mengandung arti mengajak orang untuk memeluk Islam, juga mengandung arti upaya pemurnian Islam dari unsur-unsur kepercayaan nonIslam.

Selain itu, masih seturut Helmiati, Islamisasi juga berarti suatu upaya agar Islam dilaksanakan dalam berbagai aspek kehidupan, yang bukan hanya mencakup ritual keagamaan, melainkan juga implementasi nilai-nilai Islam ke dalam domain ekonomi, sosial-budaya, politik, hukum dan pemerintahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X