Mengenal Profil Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran yang Mampu Bungkam Keangkuhan AS - Israel

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:48 WIB
Abbas Araghchi (balkan web)
Abbas Araghchi (balkan web)

KLIK SAJA – Senyum tipisnya seolah menjadi ciri khas simbol ketegasannya sebagai diplomat ulung negara Republik Islam Iran.

Dalam berbagai kesempatan wawancara selama perang Amerika SerikatIsrael melawan Iran, ia selalu mampu memberikan pernyataan-pernyataan tegas, logis dan bisa dipahami khalayak luas.

Ialah Abbas Araghchi, sang Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran yang belakangan menjadi sorotan dunia, karena kemampuan diplomasinya dianggap di atas rata-rata.

Ia mampu membalikkan argumentasi pihak AS - Israel dalam perang Iran dengan pernyataan yang menohok dan premis kuat.

Abbas Araghchi lahir pada 5 Desember 1962 di Teheran adalah salah satu diplomat senior Iran yang dikenal luas karena sikap tegasnya, namun tetap aktif menjalin komunikasi dengan negara-negara Barat—terutama dalam isu sensitif seperti program nuklir Iran.

Namanya mencuat di panggung internasional berkat perannya dalam berbagai negosiasi penting, termasuk kesepakatan nuklir Iran yang bersejarah.

Araghchi memainkan peran kunci dalam perundingan yang menghasilkan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2015. Dalam proses tersebut, ia bertindak sebagai wakil dari kepala negosiator Iran, Mohammad Javad Zarif.

Setelah Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018, Araghchi menjadi salah satu tokoh yang mendorong upaya untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut demi stabilitas kawasan dan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Menjadi Menteri Luar Negeri Iran

Tak lama setelah pelantikan Presiden Masoud Pezeshkian pada tahun 2024, Araghchi ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri Iran.

Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuannya dalam menjembatani hubungan dengan Barat.

Banyak pengamat menilai Araghchi sebagai sosok yang unik—mampu diterima oleh pihak Barat sekaligus tetap kredibel di mata kelompok garis keras di dalam negeri.

Dalam konflik besar yang dikenal sebagai Iran war 2026, pasukan Amerika Serikat dan Israel menargetkan sejumlah tokoh politik penting Iran.

Menariknya, meskipun Araghchi sering tampil di publik selama masa perang, ia tidak termasuk target awal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X