Mengenal Profil Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran yang Mampu Bungkam Keangkuhan AS - Israel

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:48 WIB
Abbas Araghchi (balkan web)
Abbas Araghchi (balkan web)

Hal ini membuat banyak pihak melihatnya sebagai sosok penting yang berpotensi menjadi penghubung diplomatik antara pihak-pihak yang bertikai.

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

Araghchi lahir di Teheran dari keluarga pedagang asal Isfahan. Ia merupakan anak dari keluarga besar dengan tiga saudara laki-laki dan tiga saudara perempuan, yang sebagian besar berkecimpung di dunia perdagangan. Kakeknya dikenal sebagai pedagang karpet.

Ayahnya meninggal saat Araghchi berusia 17 tahun. Pada masa remaja, ia ikut serta dalam Iranian Revolution, sebuah peristiwa yang mengubah arah sejarah Iran.

Setelah revolusi, Araghchi bergabung dengan Islamic Revolutionary Guard Corps dan mengabdi selama sembilan tahun.

Ia juga terlibat dalam Iran-Iraq War, konflik panjang yang membentuk banyak tokoh militer dan politik Iran.

Pada tahun 1985, ia mulai menempuh pendidikan di Sekolah Hubungan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran dan meraih gelar sarjana pada 1989. Ia kemudian melanjutkan studi magister ilmu politik di Islamic Azad University pada 1991.

Tak berhenti di situ, Araghchi melanjutkan pendidikan doktoralnya di University of Kent, Inggris, dan lulus pada 1996.

Penelitiannya membahas hubungan antara demokrasi liberal ala Barat dengan sistem pemerintahan Islam.

Baca Juga: Ketika Rudal Iran Tidak Bisa Lagi Diremehkan Israel dan Amerika Serikat

Sekembalinya ke Iran, Araghchi menduduki berbagai posisi penting di lembaga pemikir yang berafiliasi dengan Kementerian Luar Negeri.

Karier diplomatiknya terus menanjak hingga ia ditunjuk sebagai Duta Besar Iran untuk Finlandia pada tahun 1999.

Sejak saat itu, ia dikenal sebagai salah satu diplomat paling berpengaruh di Iran dengan pengalaman luas dalam diplomasi global.

Abbas Araghchi adalah sosok yang mencerminkan perpaduan antara ketegasan politik dan kecakapan diplomasi.

Dengan pengalaman militer, akademik, dan diplomatik yang kuat, ia menjadi salah satu tokoh kunci dalam hubungan Iran dengan dunia internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X