Ketika Rudal Iran Tidak Bisa Lagi Diremehkan Israel dan Amerika Serikat

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 23 Maret 2026 | 01:07 WIB
Rudal Balistik Iran (times of Israel)
Rudal Balistik Iran (times of Israel)

KLIK SAJA - Rudal Iran telah menghantam kota Arad dan Dimona di dekat pusat penelitian nuklir Israel, dalam apa yang disebut Iran sebagai respons terhadap serangan Israel terhadap fasilitas nuklirnya di Natanz, Provinsi Isfahan.

Sedikitnya 180 orang terluka dalam serangan hari Sabtu tersebut, dan ratusan orang telah dievakuasi dari kota-kota strategis itu seiring perang Israel–Amerika Serikat melawan Iran tampaknya memasuki fase baru yang lebih mematikan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya mengalami “malam yang sangat sulit dalam perjuangan untuk masa depan kami”. Menurut Kementerian Kesehatan Israel, setidaknya 4.564 orang telah terluka sejak dimulainya perang pada 28 Februari.

Para analis mengatakan bahwa meskipun Israel kerap melancarkan kampanye militer di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, Lebanon, dan wilayah lainnya, jarang sekali masyarakat Israel merasakan dampak perang seperti yang terjadi dalam tiga minggu terakhir.

Di wilayah Palestina, termasuk Gaza, pasukan Israel menggunakan kekuatan yang tidak proporsional terhadap kelompok bersenjata yang menggunakan roket sederhana untuk menyerang Israel.

Perang Israel di Gaza telah disebut sebagai genosida oleh para akademisi dan kelompok hak asasi manusia.

Dengan tingginya jumlah korban pada hari Sabtu, serangan di Arad dan Dimona memunculkan pertanyaan: apakah Israel telah meremehkan kemampuan militer Iran?

Para analis pertahanan menggambarkan program rudal Iran sebagai yang terbesar dan paling beragam di Timur Tengah.

Baca Juga: Apakah Indonesia Bisa Punya Rudal Balistik Jarak Jauh Seperti Iran? Ini Empat Syaratnya!

Dikembangkan selama beberapa dekade, program ini mencakup rudal balistik dan jelajah, serta dirancang untuk memberi Teheran jangkauan serangan meskipun tidak memiliki angkatan udara modern.

Iran memiliki sistem rudal jarak pendek dan menengah, serta rudal jelajah jarak jauh untuk serangan darat dan antikapal.

Rudal balistik jarak pendek Iran memiliki jangkauan sekitar 150 km hingga 800 km dan dirancang untuk target militer terdekat serta serangan cepat di kawasan.

Sistem utamanya mencakup varian Fateh seperti Zolfaghar, Qiam-1, dan rudal lama Shahab-1/2.

Jangkauan yang lebih pendek justru bisa menjadi keunggulan dalam krisis karena dapat diluncurkan secara bertubi-tubi, memperpendek waktu peringatan dan mempersulit pencegahan dini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X