Apakah Indonesia Bisa Punya Rudal Balistik Jarak Jauh Seperti Iran? Ini Empat Syaratnya!

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 17 Maret 2026 | 10:10 WIB
Rudal Roket buatan Lapan (Lapan RI)
Rudal Roket buatan Lapan (Lapan RI)

KLIK SAJA – Konflik perang antara Amerika SerikatIsrael dan Iran pada awal tahun 2026 seakan memperlihatkan wajah baru peperangan modern.

Alih-alih pertempuran darat berskala besar, konflik tersebut lebih banyak diwarnai serangan jarak jauh menggunakan rudal balistik antar benua secara masif.

Rudal balistik kini menjadi salah satu simbol kekuatan militer strategis. Namun tidak semua negara mampu, atau bahkan berupaya, mengembangkan sistem persenjataan ini.

Hingga saat ini, hanya segelintir negara yang diketahui memiliki kemampuan rudal balistik, seperti Amerika Serikat, Rusia, China, India, Prancis, Inggris, Pakistan, Korea Utara, dan Iran.

Pertanyaannya kemudian muncul: apakah Indonesia juga perlu memiliki persenjataan rudal balistik?

Untuk menjawabnya, ada beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan.

  1. Faktor Geopolitik

Sebagian besar negara yang mengembangkan rudal balistik memiliki kondisi geopolitik yang rawan atau menghadapi ancaman nyata dari musuh potensial.

Rudal balistik digunakan sebagai alat penangkal strategis untuk menjaga keseimbangan kekuatan militer.

Dalam konteks Indonesia, kondisi geopolitik relatif berbeda. Indonesia tidak memiliki musuh potensial yang secara langsung mengancam keberlangsungan negara.

Oleh karena itu, kebutuhan pertahanan saat ini lebih berfokus pada penguatan pertahanan udara dan maritim, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang sangat luas.

  1. Pengawasan Internasional

Pengembangan rudal balistik dalam skala besar hampir selalu berkaitan dengan pengawasan internasional, khususnya dari International Atomic Energy Agency (IAEA) atau Badan Tenaga Atom Internasional.

Jika Indonesia serius mengembangkan sistem ini, maka interaksi dengan IAEA akan menjadi hal yang tidak terhindarkan, terutama terkait penggunaan material nuklir atau teknologi yang berpotensi berkaitan dengan pengembangan senjata strategis.

Pengalaman Iran menunjukkan bahwa meskipun suatu negara berusaha mematuhi berbagai aturan internasional, tekanan politik, sanksi, bahkan ancaman militer tetap bisa muncul dari negara lain.

  1. Biaya yang Sangat Besar

Pengembangan rudal balistik memerlukan biaya yang sangat tinggi. Sebagai gambaran, biaya produksi rudal balistik Iran diperkirakan mencapai US$1 juta hingga US$2 juta per unit, dan ini yang paling murah di dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X