Komunitas Daring Bertemu Aksi Nyata, Bagaimana Gotong‑Royong Zaman Now Membentuk Komunitas Aktif di Era Digital?

photo author
- Jumat, 7 November 2025 | 05:06 WIB
Sekelompok orang dari berbagai latar belakang (remaja, dewasa, lansia) sedang berkoordinasi lewat laptop, tablet, dan smartphone. Layar menampilkan grup chat atau aplikasi komunitas. Di latar belakang terlihat mereka sedang menyiapkan peralatan untuk kerja bakti atau penggalangan donasi. (Dari layar ke lapangan: komunitas daring mempersiapkan aksi nyata gotong royong/ istimewa)
Sekelompok orang dari berbagai latar belakang (remaja, dewasa, lansia) sedang berkoordinasi lewat laptop, tablet, dan smartphone. Layar menampilkan grup chat atau aplikasi komunitas. Di latar belakang terlihat mereka sedang menyiapkan peralatan untuk kerja bakti atau penggalangan donasi. (Dari layar ke lapangan: komunitas daring mempersiapkan aksi nyata gotong royong/ istimewa)

Komunitas Daring Sebagai Pintu Gotong‑Royong Baru

Di sinilah simbiosis menarik: komunitas daring (online) mulai menjadi gerbang baru dari nilai gotong royong.

Grup WhatsApp, Telegram, Slack, forum Facebook, komunitas Instagram bukan sekadar untuk chat dan repost, tapi untuk mobilisasi.

Contoh: penggalangan donasi via crowdfunding, kerja bakti lingkungan yang diorganisir via media sosial, komunitas berbagi makanan atau sembako.

Artikel mengungkap bahwa digitalisasi justru membuka ruang baru bagi praktik gotong‑royong.

Baca Juga: 4 Kali Gubernur Bumi Lancang Kuning Tersandung Korupsi: Cerminan Rasuah Mengakar Kuat di Riau

Misalnya: di sebuah desa, perangkat desa menyebut bahwa gotong‑royong kini dijadwalkan malam hari atau akhir pekan agar orang yang punya kerja tetap bisa ikut.

Koordinasi via grup chat mempermudah pengorganisasian.

Menghubungkan Dunia Daring dan Nyata

Perubahan bentuk, bukan hilangnya semangat. Komunitas daring tahu bahwa “like, share” bukan cukup.

Maka mereka turun ke lapangan dengan cara membersihkan lingkungan, membangun fasilitas umum, membantu korban bencana, sampai membuat program mentoring daring dan luring.

Ini adalah gotong‑royong zaman now artinya teknologi sebagai alat, bukan pengganti.

Baca Juga: Empat Alasan Mengapa Menkeu Purbaya Disebut ‘Menteri Koboi’

Nilai‑Nilai Inti yang Tetap Hidup

Meski formatnya berubah, nilai‑nilai inti tetap seperti solidaritas, kebersamaan, kepedulian, tanggung jawab bersama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X