KLIK SAJA - Perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang dimulai sejak masa kepemimpinan Presiden Donald Trump memang memicu banyak ketegangan.
Di balik kebijakan tarif sepihak yang diterapkan AS, terutama terhadap produk asal China, muncul fakta-fakta menarik yang tak disangka.
Salah satunya adalah terbongkarnya praktik kapitalisme ekstrem yang selama ini melekat pada brand-brand barang mewah asal Barat—baik dari Amerika maupun Eropa.
Gelombang keterbukaan ini muncul dari para pelaku industri di China sendiri, terutama mereka yang selama ini menjadi produsen bagi brand-brand ternama dunia.
Melalui media sosial, banyak pabrikan fashion dan elektronik asal Tiongkok mulai “membocorkan” rahasia di balik mahalnya produk-produk mewah dari Barat.
Tas-tas branded seperti Hermes, Dior, Balenciaga, hingga Louis Vuitton, disebut-sebut hanya memerlukan biaya produksi yang sangat murah Ketika diproduksi oleh pabrikan Tiongkok.
Namun, ketika masuk pasar Eropa atau Amerika, harga-harga produk tersebut melambung hingga puluhan bahkan ratusan kali lipat dari biaya produksinya.
Salah satu video yang viral adalah brand Tas Birkin dari Hermes yang dijual di pasaran hingga 600 juta Rupiah, ternyata kenyataannya dibuat di China dengan biaya produksi hanya belasan juta Rupiah saja.
Tak hanya di industri fashion, produk teknologi seperti iPhone pun ikut tersorot.
Fakta bahwa iPhone—produk kebanggaan Amerika—diproduksi secara masif di pabrik-pabrik China dengan biaya produksi yang tak sampai satu juta rupiah per unit, namun dijual dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah di pasar global, menuai banyak reaksi publik.
Para influencer dan pengusaha China pun bersuara lantang, mempertanyakan keadilan di balik sistem ekonomi yang mereka anggap eksploitatif ini.
Mereka menyampaikan bahwa selama ini Barat, khususnya Amerika Serikat, sangat bergantung pada tenaga kerja dan kapasitas produksi China.
Namun alih-alih mempererat kerja sama, AS justru menerapkan tarif-tarif dagang yang dinilai mencekik.
Padahal pihak yang paling dirugikan adalah para importir AS sendiri.