Ketidakpastian ini dinilai dapat menggerus tatanan internasional berbasis aturan.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut berisiko menciptakan ketegangan jangka panjang di kawasan.
Leoni menilai konsistensi kebijakan menjadi kunci stabilitas Indo-Pasifik ke depan.
Penguatan Maritim Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Dari perspektif Indonesia, Laksamana Pertama Salim menilai retrenchment AS mendorong negara kawasan untuk memperkuat internal balancing.
Baca Juga: Makin Marak Seruan Aksi Boikot Piala Dunia Amerika Serikat di Media Sosial Seantero Jagat
Indonesia dituntut meningkatkan pengawasan maritim sebagai langkah pencegahan konflik dan pelanggaran wilayah.
Modernisasi kekuatan laut dan pembangunan infrastruktur pelabuhan menjadi kebutuhan strategis yang mendesak.
Jalur pelayaran internasional yang melintasi wilayah Indonesia harus dijaga agar tetap aman dan stabil.
Kerja sama regional melalui ASEAN tetap penting, namun tidak boleh mengorbankan kemandirian pertahanan nasional.
Indonesia juga perlu menghindari salah perhitungan strategis di tengah rivalitas kekuatan besar.
Prinsip politik luar negeri bebas dan aktif kembali ditegaskan sebagai fondasi kebijakan.
Baca Juga: Makin Marak Seruan Aksi Boikot Piala Dunia Amerika Serikat di Media Sosial Seantero Jagat
Persaingan AS–China Tekan Sentralitas ASEAN
Direktur Riset ISI, Dr. Ian Montratama, menyoroti meningkatnya tekanan terhadap sentralitas ASEAN akibat eskalasi persaingan AS dan China.
Artikel Terkait
Miris! Ribuan Warga Gaza Krisis Penanganan Medis, Walau Gencatan Senjata Tengah Berlangsung
Ahmad Al-Sharaa Resmi Berkoalisi dengan Donald Trump Perangi ISIS: Ketika Mantan Jihadis Jadi Tamu Kehormatan Gedung Putih
Sugoi! Hebat! PM Jepang Sanae Takaichi Rela Potong Gaji Hingga 30 Persen demi Penghematan Nasional
96 Korban, 7 Peledak, dan Siswa Masih Trauma, Begini Perkembangan Terbaru Kasus SMAN 72!
Bersejarah! Paus Leo XIV Kunjungi Masjid Biru di Istanbul, Simbol Perdamaian Antar Umat Beragama