Analisa Kepentingan Minyak Dibalik Serangan AS – Israel ke Iran: Lagu Lama Bersemi Kembali

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 19 Maret 2026 | 01:04 WIB
Pulau Kharg yang diserang AS - Israel (The Telegraph)
Pulau Kharg yang diserang AS - Israel (The Telegraph)

KLIK SAJA - Amerika Serikat dan Israel berulang kali menyatakan bahwa eskalasi serangan militer mereka terhadap Iran berkaitan dengan proliferasi nuklir, efek penangkalan serangan, dan keamanan kawasan.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya logika lain yang lebih masuk akal ketimbang propaganda yang bersliweran di sosial media.

Tujuan yang lebih dalam bukan sekadar melemahkan Iran atau memaksakan pergantian rezim sebagaimana yang digembar-gemborkan, justru melainkan menjaga kelancaran pergerakan minyak—urat nadi ekonomi kapitalis global.

Dimana muaranya akan menguntungkan perusahaan-perusahaan minyak AS, karena harga minyak bisa melambung sangat tinggi.

Jika kita memperhatikan pola serangan terbaru AS terhadap Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran.

Pulau ini terletak di lepas pantai Teluk dekat Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap hari.

Gangguan apa pun di sana akan segera berdampak pada pasar energi global. Laporan terbaru menyoroti betapa sensitifnya harga minyak terhadap ancaman gangguan di selat tersebut.

Namun, aspek paling mencolok dari serangan di Pulau Kharg bukan hanya fakta bahwa serangan itu terjadi, melainkan apa yang secara sengaja tidak diserang.

Presiden AS Donald Trump secara terbuka memuji operasi tersebut, menyatakan bahwa pasukan Amerika telah menghancurkan “setiap target MILITER” di pulau itu.

Pada saat yang sama, ia menekankan bahwa infrastruktur minyak dibiarkan tetap utuh.

Melalui Truth Social, Trump mengatakan bahwa ia memilih untuk tidak “menghancurkan Infrastruktur Minyak di Pulau tersebut”, seraya memperingatkan bahwa sikap menahan diri ini dapat berubah jika Iran mengancam pelayaran di Selat Hormuz.

Pembedaan ini sangat mengungkap. Pulau Kharg menangani sebagian besar ekspor minyak mentah Iran.

Menghancurkan terminal minyaknya akan sangat mengganggu pasokan global dan kemungkinan besar membuat harga melonjak tajam.

Sebaliknya, Washington memilih serangan yang terukur: kerusakan militer tanpa melumpuhkan sektor energi. Implikasinya sulit diabaikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X