Rudal Iran Berhasil Serang Pusat Program Nuklir Israel di Gurun Negev

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 22 Maret 2026 | 09:04 WIB
Fasilitas Nuklir Dimona Israel yang diserang Iran (middle  east eye)
Fasilitas Nuklir Dimona Israel yang diserang Iran (middle east eye)

KLIK SAJA - Sebuah rudal Iran berhasil menembus pertahanan di kota  Dimona, yang merupakan pusat program nuklir Israel pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Ini adalah serangan yang sangat signifikan terhadap kota yang memiliki nilai strategis sangat penting.

Dimona pada dasarnya merupakan pusat program nuklir Israel di Gurun Negev, yang terletak di bagian selatan negara tersebut.

Tampaknya satu rudal balistik berhasil menembus sistem pertahanan, dan terjadi serangan langsung.

Dilaporkan  bahwa ada beberapa dampak lain yang dilaporkan di sekitar kota, dimana terdapat timbul korban luka-luka di sekitar pusat program nuklir Israel di Dimona

Jumlah korban kini dilaporkan lebih dari 50 orang, sebagian besar memerlukan perawatan di rumah sakit.

Menurut pihak pemerintah Iran, serangan ini merupakan balasan atas serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz miliknya pada tahun lalu.

Israel berulang kali menyatakan tidak terlibat dalam serangan tersebut, dan menyebutnya sebagai operasi Amerika Serikat.

Namun, Israel telah mengakui bertanggung jawab atas beberapa serangan lain baru-baru ini, termasuk serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai pusat penelitian senjata nuklir di sebuah universitas di Teheran.

Dimona telah menjadi sasaran serangan sepanjang hari Sabtu. Tercatat total tujuh kali peringatan serangan udara di kota tersebut saat rudal-rudal berusaha menembus pertahanan.

Mengingat pentingnya kota ini secara strategis dan fakta bahwa Israel dikenal mampu mencegat sebagian besar rudal yang masuk, akan dilakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana rudal ini bisa lolos dari sistem pertahanan.

Eskalasi perang Israel – AS melawan Iran sudah mencapai 2 minggu lamanya, namun belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Pihak Israel dan Iran masih saling ‘berkirim’ serangan rudal hampir setiap harinya, sementara AS untuk sementara waktu menghentikan serangannya.

Sementara itu, Donald Trump belum mengindikasikan untuk lakukan gencatan senjata dan masih berharap Iran bisa menyerah tanpa syarat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Al Jazeera

Tags

Rekomendasi

Terkini

X