KLIK SAJA - Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan penting di ibu kota Pakistan, dengan Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa Teheran menolak menerima syarat-syarat Washington setelah 21 jam negosiasi di Islamabad.
Titik utama yang menjadi hambatan tampaknya adalah Selat Hormuz, yang masih dikendalikan oleh Iran, serta perbedaan dalam isu nuklir.
Amerika Serikat menuntut bukan hanya agar Iran berjanji tidak akan mengembangkan senjata nuklir, tetapi juga tidak akan mencoba mengakses teknologi tersebut.
Washington menambahkan bahwa perbedaan semacam ini sebelumnya membuat perundingan pada pertengahan 2010-an berlangsung selama bertahun-tahun.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Minggu menyatakan bahwa tidak ada pihak yang mengharapkan perundingan dengan Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan dalam satu sesi.
Teheran menyatakan “yakin bahwa kontak antara kami dan Pakistan, serta dengan sahabat-sahabat kami lainnya di kawasan, akan terus berlanjut.”
Selain pencairan aset yang dibekukan di luar negeri, Teheran menuntut kendali atas Selat Hormuz, pembayaran reparasi perang, serta gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, menurut televisi pemerintah Iran dan para pejabat.
Namun, sekutu Amerika Serikat, Israel, menolak menghentikan ofensif kerasnya terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.
Teheran menyatakan bahwa gencatan senjata yang disepakati pekan lalu mencakup perang di Lebanon, tetapi Amerika Serikat dan Israel sama-sama menolaknya.
Pernyataan awal dari Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif yang mengumumkan kesepakatan gencatan senjata tersebut memang mencantumkan Lebanon.
Saat perundingan berlangsung di Islamabad, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kampanye militer Israel terhadap Iran belum berakhir.
“Israel di bawah kepemimpinan saya akan terus melawan rezim teror Iran dan para proksinya,” ujarnya dalam sebuah unggahan di X.
Netanyahu juga menyatakan bahwa Israel sedang mengupayakan kesepakatan dengan Lebanon.
Laporan menyebutkan bahwa Yechiel Leiter, duta besar Israel untuk Amerika Serikat, telah berbicara dengan utusan Lebanon di Washington, DC, untuk pertama kalinya.