Bersejarah! Paus Leo XIV Kunjungi Masjid Biru di Istanbul, Simbol Perdamaian Antar Umat Beragama

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 1 Desember 2025 | 10:20 WIB
Paus Leo XIV saat mengunjungi Masjid Biru di Istanbul (AL jazeera)
Paus Leo XIV saat mengunjungi Masjid Biru di Istanbul (AL jazeera)

KLIK SAJA - Paus Leo XIV mengunjungi Masjid Sultan Ahmed di Istanbul—yang lebih dikenal sebagai Masjid Biru—dalam kunjungan pertamanya ke tempat ibadah umat Muslim sejak ia mulai menjabat sebagai Paus pada Mei lalu.

Sang Paus terlihat menundukkan kepala saat memasuki bangunan tersebut, namun dilaporkan ia tidak melakukan doa di dalam masjid, berbeda dengan dua pendahulunya.

Vatikan dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa kunjungan Leo dilakukan “dalam semangat refleksi dan mendengarkan, dengan rasa hormat mendalam terhadap tempat tersebut dan terhadap iman para jamaah yang berdoa di sana.”

Paus sedang melakukan perjalanan selama empat hari di Turki, sebelum melanjutkan kunjungan ke Lebanon.

Ia kemudian disambut di Katedral St. George, Istanbul, oleh pemimpin Gereja Ortodoks Timur, Patriark Bartholomew.

Masjid Biru secara resmi dinamai sesuai Sultan Ahmed I, pemimpin Kekaisaran Ottoman dari 1603 hingga 1617, yang memprakarsai pembangunan masjid tersebut. Interiornya dihiasi ribuan ubin keramik berwarna biru dan turquoise, dan setiap tahun menarik jutaan pengunjung.

Paus Fransiskus pernah berdoa di masjid ini pada 2014, begitu pula Paus Benediktus XVI pada 2006. Paus pertama yang resmi mengunjungi masjid adalah Yohanes Paulus II saat ia mendatangi Masjid Umayyah di Damaskus pada 2001, sebuah kunjungan bersejarah.

Perjalanan Paus ke Turki dan Lebanon sebenarnya telah direncanakan oleh mendiang Paus Fransiskus, namun tema besar “membangun jembatan” segera diadopsi oleh Paus Leo sejak ia pertama kali tampil di balkon Basilika Santo Petrus setelah terpilih pada Mei lalu.

Di awal perjalanannya, Paus Leo mengingatkan dunia agar tidak terjerumus dalam “meningkatnya konflik di tingkat global,” seraya menegaskan bahwa “masa depan umat manusia sedang dipertaruhkan.”

Di Lebanon—negara yang diperkirakan memiliki populasi Kristen sekitar sepertiga penduduk—ia dijadwalkan bertemu lebih banyak pemimpin agama dan mendengarkan aspirasi kaum muda.

Pada hari terakhir kunjungan, ia akan memimpin Misa di kawasan tepi laut Beirut, tepat di lokasi ledakan pelabuhan tahun 2020, untuk mendoakan lebih dari 200 korban yang meninggal serta 7.000 orang yang terluka.

Kunjungan Paus Leo ke Timur Tengah bukan sekedar kunjungan bersejarah, namun juga bagian dari agenda untuk meredakan konflik Israel-Lebanon.

Hal ini sebenarnya sudah diinisiasi oleh Paus Fransiskus yang menaruh besar dalam upaya perdamaian di Timur Tengah, khususnya Israel-Palestina.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X