KLIK SAJA - Polisi akhirnya mengungkap kondisi terbaru anak berkonflik dengan hukum (ABH) yang diduga terlibat dalam ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Setelah sebelumnya dirawat intensif, ABH kini sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa di RS Polri. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan, "Hari ini sudah dipindahkan ke kamar rawat biasa."
Publik pun menunggu perkembangan selanjutnya, terutama kapan ABH bisa dimintai keterangan.
Meski begitu, polisi memilih menunggu kondisi ABH benar-benar pulih sebelum penyidikan bergerak lebih dalam. "Kita harapkan semoga ABH semakin pulih," tambah Budi, seolah ingin memastikan bahwa proses hukum berjalan humanis.
Perpindahan ruang rawat ini sekaligus menandai babak baru penyidikan yang segera dibuka.
Ledakan dan 96 Korban: Luka Fisik dan Psikis yang Masih Tersisa
Peristiwa ledakan yang terjadi saat khotbah salat Jumat pada 7 November 2025 meninggalkan dampak besar bagi siswa dan warga sekolah.
Total 96 orang menjadi korban, terdiri dari 67 luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 luka berat.
Polisi menemukan tujuh peledak di area sekolah, dan meski tiga di antaranya tidak meledak, semuanya berada dalam kondisi aktif.
Fakta ini membuat publik gemetar memikirkan potensi bahaya yang jauh lebih besar.
Hingga kini, aroma kepanikan itu belum sepenuhnya hilang dari lingkungan sekolah maupun para orang tua.
Kejadian ini seolah mengingatkan bahwa ruang pendidikan pun terkadang tidak sepenuhnya steril dari ancaman.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Temukan Indikasi Manipulasi Harga Barang Impor di Pelabuhan Tanjung Perak
Informasi Jadwal & Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Kumai ke Semarang Periode 15 – 30 November 2025
Info Jadwal & Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Semarang Ke Kumai Periode 16 – 29 November 2025
Dari Gudang Gelap hingga Kebijakan Baru, Drama Panjang Baju Impor Ilegal dan Langkah ‘Cacah, Bukan Bakar’ ala Purbaya
Kasus Keracunan MBG Melonjak, DPR dan Pemerintah Perkuat Pengawasan Apa Saja Temuannya?