KLIK SAJA - Polemik keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengemuka setelah Badan Gizi Nasional (BGN) merilis data terbaru.
Dari total 441 kasus keracunan pangan nasional, sebanyak 211 kasus atau sekitar 48 persen berasal dari pelaksanaan MBG.
Seusai rapat lintas kementerian, Menko PMK Pratikno menegaskan persoalan ini kini berada dalam penanganan Menko Pangan, Zulkifli Hasan.
Ia menyebut koordinasi lintas kementerian akan diperkuat, termasuk dengan Menko PM Muhaimin Iskandar.
Pratikno berharap insiden serupa tidak terulang kembali di lapangan. Pernyataan singkat itu muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap tata kelola keamanan pangan MBG.
Data BGN Picu Pembahasan: 11.640 Anak Terdampak, 636 Jalani Rawat Inap
Dalam RDP Komisi IX DPR, Kepala BGN Dadan Hindayana memaparkan dampak kasus keracunan MBG yang angkanya dinilai signifikan.
Dari 11.640 penerima manfaat yang terdampak, 636 orang harus dirawat inap sementara 11.004 lainnya menjalani perawatan rawat jalan.
Paparan ini muncul bersamaan dengan pernyataan BGN mengenai perlunya evaluasi tata kelola di lapangan.
Dadan menekankan pentingnya percepatan sertifikasi higienitas seperti SLHS, HACCP, hingga sertifikat halal di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Info Jadwal & Tarif Kapal KM Dharma Ferry 2 Rute Ketapang – Semarang PP Periode 16 -28 November 2025
Ia menyebut hingga saat ini baru 1.619 SPPG yang memiliki SLHS dari total pelayanan yang ada.
Data ini memperlihatkan adanya jarak antara skala program dan kesiapan pengawasan higienitasnya.
Artikel Terkait
Dari Prosedur hingga Pertanyaan Publik: Analisis Susno Duadji soal Penetapan Tersangka Roy Suryo cs
Soeharto Jadi Pahlawan, Ayahnya Disebut Penjahat: Unggahan Gita Sjahrir Picu Debat Nasional
Dari Bobby ke Toto: Diplomasi Antar Anabul yang Jadi Simbol Persahabatan Indonesia–Australia
Prabowo Teken Rehabilitasi Dua Guru: Hak, Martabat, dan Profesi Mereka Kembali Dipulihkan
1,2 Juta AgenBRILink Jadi Penopang Ekonomi Desa, Transaksi Tembus Rp1.294 Triliun