Langkah ini menunjukkan bahwa penyidik mencoba melihat kasus ini dari berbagai sisi, termasuk dinamika keluarga dan tekanan sosial yang mungkin dialami ABH.
Penyidikan yang menyentuh aspek rumah tangga ini mengajak publik melihat bahwa kasus besar sering kali dimulai dari persoalan kecil yang terpendam.
Sekolah Tetap PJJ: Karena Trauma Butuh Ruang untuk Sembuh
Di tengah penyidikan, SMAN 72 Jakarta memutuskan melanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Sejak 10 November 2025, kebijakan ini diterapkan hingga gedung sekolah dinyatakan aman sepenuhnya.
Selain evaluasi bangunan, pemantauan kondisi siswa juga terus dilakukan.
Banyak orang tua merasa PJJ saat ini bukan sekadar soal metode belajar, tetapi ruang aman sementara bagi anak-anak.
Lingkungan sekolah yang dulu terasa familiar kini berubah menjadi lokasi luka kolektif.
Karena itu, kebijakan PJJ dianggap langkah paling manusiawi hingga semua pihak siap kembali.
Proses pemulihan pun berjalan setahap demi setahap, seiring penyidikan yang juga terus dibuka.
Trauma Siswa: Kerinduan pada Sekolah Bertemu Ketakutan yang Belum Hilang
Kepala sekolah SMAN 72, Tetty Helena Tampubolon, mengungkapkan bahwa sebagian siswa masih mengalami trauma mendalam.
"Hari Senin itu yang pasti masih PJJ,"* ujarnya sambil memastikan bahwa keputusan hybrid pun belum bisa dipastikan.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Temukan Indikasi Manipulasi Harga Barang Impor di Pelabuhan Tanjung Perak
Informasi Jadwal & Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Kumai ke Semarang Periode 15 – 30 November 2025
Info Jadwal & Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Semarang Ke Kumai Periode 16 – 29 November 2025
Dari Gudang Gelap hingga Kebijakan Baru, Drama Panjang Baju Impor Ilegal dan Langkah ‘Cacah, Bukan Bakar’ ala Purbaya
Kasus Keracunan MBG Melonjak, DPR dan Pemerintah Perkuat Pengawasan Apa Saja Temuannya?