Ruang pameran pertama menampilkan peninggalan masa prasejarah, khususnya dari zaman Megalitikum.
Di ruangan ini, pengunjung dapat melihat replika arca-arca Megalitikum yang berasal dari dataran tinggi Pagar Alam, yang dikenal sebagai pusat Kebudayaan Megalitikum di Sumatera Selatan.
Baca Juga: Menelusuri Lorong Waktu Tanah Pasundan di Musem Sri Baduga Bandung
Beberapa replika arca yang menarik antara lain arca ibu menggendong anak serta arca manusia yang dililit ular.
Ruang pameran kedua menyajikan peninggalan dari masa pra-Sriwijaya, periode kejayaan Kerajaan Sriwijaya, hingga masa revolusi.
Di ruang ini tersimpan replika prasasti-prasasti penting Sriwijaya, seperti Prasasti Kedukan Bukit dan Prasasti Talang Tuo yang termasyhur, serta koleksi arca Buddha dan Hindu yang mencerminkan kuatnya pengaruh agama dan budaya pada masa tersebut.
Sementara itu, ruang pameran ketiga berfokus pada kerajinan dan kebudayaan tradisional Kesultanan Palembang.
Salah satu koleksi unggulan di ruangan ini adalah kain songket motif Naga Besaung sepanjang enam meter, yang mencerminkan kehalusan seni tekstil dan nilai budaya masyarakat Palembang.
Di area halaman belakang museum, pengunjung dapat menemukan dua koleksi arsitektur tradisional yang menjadi daya tarik tersendiri, yaitu Rumah Limas dan Rumah Ulu.
Rumah Limas yang dipamerkan diketahui telah berdiri sejak tahun 1830 dan menariknya memiliki nilai historis tinggi karena pernah diabadikan dalam uang pecahan Rp10.000 emisi tahun 2005.
Museum Balaputera Dewa berlokasi di Jalan Srijaya I Nomor 28, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Lokasinya relatif dekat dengan pusat kota dan mudah diakses, sehingga menjadikannya destinasi yang tepat bagi wisatawan maupun pelajar yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Sumatera Selatan.***