KLIK SAJA – Jika sobat Klik Saja sedang berkunjung ke Bandung, tak ada salahnya mengunjungi wisata sejarah yang di kota Kembang ini.
Salah satu obyek wisata sejarah yang tak akan mengecewakan untuk dikunjungi di Bandung adalah Musem Sri Baduga.
Museum Sri Baduga merupakan salah satu museum penting dan berkoleksi terlengkap di Indonesia, khususnya bagi Provinsi Jawa Barat.
Museum ini berlokasi di Jalan BKR No. 185, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, dan menjadi rujukan utama dalam pelestarian sejarah serta kebudayaan Sunda.
Keberadaan Museum Sri Baduga memiliki peran strategis sebagai pusat pelestarian, penelitian, dan penyebaran pengetahuan tentang sejarah, budaya, serta peradaban masyarakat Sunda dan Nusantara secara umum.
Melalui berbagai koleksi yang dipamerkan, museum ini menjadi ruang edukasi yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan panjang sejarah manusia, mulai dari masa prasejarah hingga era modern.
Museum ini menyimpan beragam artefak yang merekam dinamika kehidupan manusia dalam lintasan waktu yang panjang.
Koleksi-koleksi tersebut tidak sekadar menjadi benda pajangan, tetapi juga sumber informasi penting mengenai perkembangan sosial, budaya, teknologi, dan sistem kepercayaan masyarakat masa lalu.
Rentang koleksinya sangat luas, mencakup zaman Neolitikum, masa kerajaan-kerajaan kuno, hingga periode kolonial dan modern, sehingga pengunjung dapat memahami kesinambungan dan perubahan peradaban secara lebih utuh.
Nama “Sri Baduga” sendiri memiliki nilai historis yang kuat. Sri Baduga Maharaja dikenal sebagai raja besar Kerajaan Sunda yang menganut agama Hindu dan pernah memerintah di wilayah Jawa Barat.
Penamaan museum ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kejayaan Kerajaan Sunda serta warisan budaya yang ditinggalkannya.
Melalui Museum Sri Baduga, nilai-nilai sejarah dan kebudayaan Sunda diharapkan tetap hidup dan terus dipelajari oleh generasi masa kini maupun mendatang.
Terdapat sepuluh klasifikasi koleksi utama yang dimiliki museum ini.
Pertama adalah koleksi geologika, yang meliputi berbagai jenis batuan dan fosil sebagai gambaran kondisi alam pada masa lampau.