Menelusuri Museum Balla Lompoa di Sungguminasa, Jejak Kebesaran Kerajaan Gowa di Masa Lampau

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 9 Juni 2026 | 12:24 WIB
Balla Lompoa (panduan wisata)
Balla Lompoa (panduan wisata)

KLIK SAJA - Di jantung Kota Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa, berdiri sebuah rumah panggung megah berbahan kayu jati yang usianya hampir mencapai satu abad.

Bangunan itu bernama Balla Lompoa, yang dalam bahasa Makassar berarti rumah besar.

Namun, arti "besar" di sini tidak sekadar merujuk pada ukuran bangunannya, melainkan pada kemuliaan atau kebesaran para penghuni yang pernah menempatinya.

Balla Lompoa merupakan istana terakhir yang dihuni oleh raja-raja Kerajaan Gowa, salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh di Sulawesi Selatan.

Kini, bangunan bersejarah tersebut berfungsi sebagai museum yang menyimpan berbagai warisan budaya, pusaka kerajaan, dan catatan penting perjalanan panjang Kerajaan Gowa.

Museum Balla Lompoa berdiri di atas lahan seluas 7.663 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.144 meter persegi.

Baca Juga: Serunya Bersantai Ria di Pantai Tanjung Bayang Makassar, Luas dan Aman Bagi Anak-Anak!

Seluruh konstruksi utamanya menggunakan kayu jati dan mengusung arsitektur tradisional Makassar yang khas.

Meski demikian, beberapa bagian telah mengadopsi teknik konstruksi modern, seperti penggunaan baut pada sambungan kayu dan material bata pada area dapur.

Secara struktur, bangunan ini terbagi menjadi tiga bagian utama.

Bagian depan yang disebut paddaserang ri dallekang berfungsi sebagai ruang penerima tamu sekaligus pusat kegiatan pemerintahan raja. Di sinilah berbagai urusan kerajaan dan pertemuan penting dilaksanakan.

Bagian tengah atau paddaserang ri tangngah menjadi area yang lebih privat. Ruangan ini terdiri atas beberapa bilik yang digunakan untuk menyimpan benda pusaka kerajaan, kamar peraduan raja, serta ruang keluarga kerajaan.

Sementara itu, bagian belakang yang dikenal sebagai paddasirang riboko merupakan ruang aktivitas kaum perempuan, terutama yang berkaitan dengan urusan rumah tangga dan keluarga kerajaan.

Di dalam kompleks yang sama, pengunjung juga dapat melihat replika Istana Sultan Hasanuddin yang menjadi bangunan pendamping dalam kawasan museum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X