Mengenal Gedung Singa Surabaya, Masterpiece Arsitektur Jaman Kolonial Perpaduan Eropa, Timur Tengah dan Nusantara

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 18 Juni 2026 | 21:52 WIB
Gedung Singa (tribun)
Gedung Singa (tribun)

KLIK SAJA - Sebagian besar bangunan bersejarah di kawasan Jembatan Merah Surabaya tampil dengan wajah kolonial yang seragam.

Namun, di antara deretan gedung tua tersebut, berdiri sebuah bangunan yang langsung mencuri perhatian.

Dinding bata merah ekspos, ornamen berwarna-warni, dan sepasang patung singa bersayap di pintu masuk membuatnya tampak berbeda dari bangunan kolonial pada umumnya.

Inilah Gedung Singa, salah satu mahakarya arsitektur paling istimewa yang dimiliki Surabaya.

Gedung yang secara resmi bernama De Algemeene Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente ini dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Proses pembangunannya dimulai pada 1901 dan rampung dua tahun kemudian, tepatnya pada 1903.

Baca Juga: Ayo Rek! Naik Tourwagen di Kota Lama Surabaya, Sensasi Berkeliling dengan Mobil Klasik Sambil Belajar Sejarah

Masyarakat Surabaya menamakannya Gedung Singa, karena terdapat dua patung Singa bersayap pada gerbang pintu utama.

Meski telah berusia lebih dari satu abad, pesona Gedung Singa justru semakin memikat.

Bangunan ini bukan sekadar peninggalan kolonial, melainkan sebuah karya seni arsitektur yang lahir dari kolaborasi tiga seniman besar pada masanya: arsitek Hendrik Petrus Berlage, pematung Mendes da Costa, dan pelukis keramik Jan Toorop.

Menariknya, rancangan awal gedung sebenarnya dikerjakan oleh biro arsitek Hulswit Fermont-Cuypers.

Namun, desain tersebut tidak sepenuhnya mendapat persetujuan sehingga proyek kemudian dialihkan kepada Berlage, arsitek ternama Belanda yang dikenal sebagai salah satu pelopor arsitektur modern.

Hasil sentuhan Berlage menjadikan Gedung Singa sebagai bangunan yang sangat langka. Di Indonesia, hanya terdapat dua karya Berlage yang masih berdiri hingga kini: satu di kawasan Kota Tua Jakarta dan satu lagi di Kota Lama Surabaya.

Karena itu, Gedung Singa sering disebut sebagai salah satu masterpiece arsitektur Berlage di Nusantara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X