Mengenal Gedung Singa Surabaya, Masterpiece Arsitektur Jaman Kolonial Perpaduan Eropa, Timur Tengah dan Nusantara

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 18 Juni 2026 | 21:52 WIB
Gedung Singa (tribun)
Gedung Singa (tribun)

Karena itulah, Gedung Singa bukan sekadar kantor asuransi peninggalan masa kolonial. Bangunan ini adalah simbol pertemuan berbagai peradaban—Eropa, Timur Tengah, Jawa, dan Nusantara—yang melebur menjadi satu karya arsitektur yang melampaui zamannya.

Setelah melalui proses renovasi yang dilakukan secara hati-hati, Gedung Singa kembali menunjukkan kemegahannya.

Pada November 2025, bangunan bersejarah ini sempat dibuka untuk umum dan menarik perhatian banyak pengunjung yang ingin melihat langsung salah satu permata arsitektur Kota Lama Surabaya.

Di tengah geliat revitalisasi kawasan bersejarah Surabaya, Gedung Singa hadir sebagai pengingat bahwa sebuah bangunan tua tidak hanya menyimpan kisah masa lalu, tetapi juga merekam perjalanan budaya, seni, dan identitas sebuah kota.

Berdiri kokoh lebih dari 120 tahun, Gedung Singa terus menjadi saksi bisu bagaimana Surabaya tumbuh dari kota pelabuhan kolonial menjadi kota modern yang tetap menghargai warisan sejarahnya.***

Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan para pembaca kliksaja.id dapat mengapreasiasi kami dengan meng-klik fitur Traktir Kopi yang ada di bawah artikel ini.

Kontribusi anda sangat berarti bagi portal web kami agar berkembang menjadi media jurnalistik independen serta menjaga pemberitaan yang akurat, kredibel dan berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X