KLIK SAJA – Beberapa waktu lalu, netizen sempat digegerkan sebuah film berjudul Pesta Babi, dimana sinema kritik sosial tersebut juga menampilkan tradisi Bakar Batu yang merupakan simbol perdamaian warga Papua.
Bagi masyarakat Papua, ritual ini bukan sekadar cara memasak makanan dalam jumlah besar.
Lebih dari itu, bakar batu merupakan simbol kebersamaan, ungkapan rasa syukur, sekaligus sarana mempererat hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Hingga kini, tradisi tersebut masih terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari berbagai peristiwa besar dalam kehidupan masyarakat Papua.
Setiap pelaksanaannya menghadirkan semangat gotong royong, persaudaraan, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur.
Tradisi bakar batu telah lama menjadi bagian dari kehidupan berbagai suku di Papua, terutama masyarakat yang mendiami wilayah pegunungan seperti Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, dan daerah sekitarnya.
Ritual ini melibatkan seluruh anggota komunitas. Persiapannya dilakukan bersama-sama, mulai dari mengumpulkan batu, menyiapkan kayu bakar, hingga mengolah bahan makanan seperti ubi, sayuran, dan daging babi yang menjadi menu utama dalam tradisi tersebut.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah Bajak Laut Biak Numfor di Masa Lalu, Viking Van Papua yang Ditakuti VOC
Prosesnya dimulai dengan membakar batu di atas tumpukan kayu hingga mencapai suhu yang sangat panas.
Setelah itu, batu-batu tersebut disusun secara berlapis bersama daun-daunan dan bahan makanan di dalam sebuah lubang yang telah disiapkan.
Lapisan demi lapisan disusun dengan cermat agar panas dapat menyebar merata dan makanan matang sempurna.
Selama proses berlangsung, setiap orang memiliki peran masing-masing. Tidak ada yang menjadi penonton. Semua terlibat, bekerja, dan berkontribusi demi keberhasilan ritual bersama.
Bakar batu biasanya digelar untuk menandai berbagai peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat Papua.
Salah satu yang paling sering dijumpai adalah perayaan pernikahan. Dalam momentum ini, bakar batu menjadi simbol penyatuan dua keluarga besar yang kini terikat dalam hubungan kekerabatan baru.