Mengeksplor Pulau Enggano di Bengkulu, Permata di Ujung Barat Indonesia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 10 Mei 2026 | 22:57 WIB
Obyek wisata di Pulau Enggano (berbagai sumber)
Obyek wisata di Pulau Enggano (berbagai sumber)

KLIK SAJA - Di tengah luasnya Samudra Hindia, sekitar 100 kilometer di barat daya Pulau Sumatera, terdapat sebuah pulau terpencil yang masih menyimpan keaslian alam dan budaya: Pulau Enggano.

Pulau terluar Indonesia yang berada di wilayah Provinsi Bengkulu ini dikenal bukan hanya karena letaknya yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, tetapi juga karena kekayaan lautnya, ekosistem yang unik, hingga masyarakat adat yang tetap menjaga tradisi leluhur secara turun-temurun.

Keterpencilan Pulau Enggano justru menjadi daya tarik tersendiri. Suasana alamnya masih tenang dan alami, jauh dari padatnya destinasi wisata populer di Indonesia.

Hamparan pantai, hutan tropis, hingga laut biru yang mengelilingi pulau ini menghadirkan panorama yang terasa begitu murni.

Secara geografis, Pulau Enggano memiliki luas sekitar 40.000 hektare. Pulau ini berada pada koordinat 05°31'13” Lintang Selatan dan 102°16'00” Bujur Timur, dengan garis pantai membentang kurang lebih 126,71 kilometer.

Bentuk pulaunya memanjang sekitar 35,60 kilometer dari arah barat laut ke tenggara, serta memiliki lebar sekitar 12,95 kilometer dari timur laut ke barat.

Meski berada cukup jauh dari daratan utama Sumatera, akses menuju Pulau Enggano tetap tersedia melalui jalur laut maupun udara.

Perjalanan laut dapat ditempuh menggunakan kapal feri dari Bengkulu menuju Pelabuhan Malakoni dan Kahyapu di Enggano.

Sementara itu, jalur udara dilayani penerbangan perintis dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menuju Bandar Udara Enggano menggunakan maskapai Susi Air.

Selain terkenal sebagai pulau terluar, Pulau Enggano juga memiliki kekayaan sumber daya hayati yang sangat besar.

Salah satu yang paling menonjol adalah ekosistem terumbu karangnya yang menjadi rumah bagi ribuan spesies ikan dan biota laut lainnya.

Sebaran terumbu karang di wilayah ini tersebar di sejumlah kawasan perairan, seperti Tanjung Lakoaha, Tanjung Kioyeh, Tanjung Keramai, Tanjung Labuha, Tanjung Kahabi, Teluk Harapan, Kaana, hingga perairan di sekitar Pulau Dua, Pulau Merbau, dan Pulau Satu.

Bagi masyarakat setempat, terumbu karang bukan sekadar keindahan bawah laut. Ekosistem ini menjadi sumber kehidupan utama para nelayan yang menggantungkan penghasilan dari hasil laut.

Kawasan tersebut juga memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata bahari dan konservasi lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X