Mengeksplor Pulau Enggano di Bengkulu, Permata di Ujung Barat Indonesia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 10 Mei 2026 | 22:57 WIB
Obyek wisata di Pulau Enggano (berbagai sumber)
Obyek wisata di Pulau Enggano (berbagai sumber)

Namun, kelestarian terumbu karang di Enggano juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga ancaman penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut.

Karena itu, upaya menjaga keseimbangan alam menjadi hal penting demi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal.

Keistimewaan Pulau Enggano tidak berhenti pada pesona alamnya. Pulau ini juga menjadi rumah bagi masyarakat adat yang hingga kini tetap mempertahankan budaya dan sistem sosial tradisional.

Mengutip brwa.or.id, masyarakat adat Enggano terdiri dari enam kelompok utama, yaitu Kaitora, Kaahoao, Kaarubi, Kaharuba, Kauno, dan Kaamay.

Dalam cerita turun-temurun, asal-usul masyarakat Enggano dipercaya bermula dari seorang perempuan bernama Kimanipe yang diyakini sebagai manusia pertama di pulau tersebut.

Dari keturunannya kemudian berkembang berbagai kelompok suku yang membentuk struktur sosial masyarakat Enggano saat ini.

Dalam catatan sejarah, masyarakat Enggano pernah mengalami konflik antarkelompok yang berlangsung hingga abad ke-18.

Baca Juga: Mengenal Pulau Doom di Kota Sorong, Sejarah Masa Lalu Papua Barat Daya

Perdamaian akhirnya tercapai pada tahun 1882 di Teluk Brahau, sebuah peristiwa penting yang menjadi titik persatuan kembali antarsuku di pulau tersebut.

Sejak saat itu, hubungan masyarakat diperkuat melalui hukum adat, ikatan kekerabatan, dan perkawinan antarsuku.

Masyarakat Enggano juga dikenal menganut sistem matrilineal, yakni garis keturunan yang ditarik dari pihak perempuan.

Dalam kehidupan sosialnya, mereka memiliki struktur kepemimpinan adat yang disebut Paabuk’i, serta nilai-nilai leluhur yang masih dijadikan pedoman hingga sekarang.

Di tengah arus modernisasi dan keterbatasan akses wilayah, masyarakat adat Enggano tetap berupaya menjaga identitas budayanya.

Rumah adat, pakaian tradisional, kesenian, hingga berbagai upacara adat masih dipertahankan sebagai bagian dari warisan leluhur yang terus hidup di tengah masyarakat.

Pulau Enggano menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga memiliki keberagaman budaya yang masih terjaga hingga kini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X