Menelusuri Sejarah Kejayaan Sriwijaya dan Kebesaran Kesultanan Palembang di Museum Balaputera Dewa Sumatera Selatan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:29 WIB
Museum Balaputera Dewa (depan) (Trip Trus)
Museum Balaputera Dewa (depan) (Trip Trus)

KLIK SAJA – Jika sobat Klik Saja sedang berkunjung kota Palembang, tak lengkap rasanya mempelajari kekayaan sejarah bumi Sumatera Selatan.

Salah satu destinasi wisata sejarah yang bisa dikunjungi di kota Pempek ini adalah Museum Balaputera Dewa.

Museum Balaputera Dewa merupakan Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan sekaligus salah satu destinasi wisata edukasi penting di Kota Palembang.

Museum ini menjadi ruang yang menyimpan dan menceritakan perjalanan panjang peradaban Sumatera Selatan, mulai dari masa Megalitikum, kejayaan maritim Kerajaan Sriwijaya, hingga era Kesultanan Palembang dan masa kolonial Belanda.

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 23.565 meter persegi, Museum Balaputera Dewa berlokasi di Jalan Srijaya I Nomor 28, Palembang.

Kehadirannya berfungsi sebagai pusat pelestarian sejarah sekaligus sarana pendidikan yang menjaga warisan budaya Sumatera Selatan, wilayah yang sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai Bumi Sriwijaya.

Bagian dalam museum Balaputera Dewa
Bagian dalam museum Balaputera Dewa (kelanaku)

Museum ini menyimpan sekitar 3.800 hingga 3.882 koleksi yang terbagi ke dalam sepuluh kategori.

Nama Balaputera Dewa sendiri diambil dari salah satu raja terbesar Kerajaan Sriwijaya, yaitu Balaputera Dewa, yang dikenal berhasil membawa Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-9 Masehi.

Penamaan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap kebesaran sejarah dan peradaban Sriwijaya.

Pembangunan Museum Balaputera Dewa mulai dirintis pada tahun 1978 dan resmi dibuka untuk umum pada 5 November 1984.

Museum ini didirikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan dengan tujuan utama melindungi, merawat, serta melestarikan benda-benda peninggalan bersejarah yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan.

Secara umum, Museum Balaputera Dewa memiliki tiga ruang pameran utama serta satu area pameran luar ruangan yang menampilkan koleksi arsitektur tradisional.

Ketiga ruang pameran tersebut disusun secara kronologis agar pengunjung dapat mengikuti alur perkembangan sejarah dengan lebih mudah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X