Menyelami Budaya Minangkabau di Desa Wisata Sungai Batang Tepian Danau Maninjau Nan Elok

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 15:52 WIB
Pemandangan Elok Desa Wisata Sungai Batang di tepian Maninjau (pigijo)
Pemandangan Elok Desa Wisata Sungai Batang di tepian Maninjau (pigijo)

KLIK SAJA - Di tepian indah Danau Maninjau, tersembunyi sebuah desa wisata yang menawarkan ketenangan sekaligus kekayaan budaya Minangkabau yang masih terjaga hingga kini.

Desa Wisata Sungai Batang yang berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi destinasi yang memadukan panorama alam, sejarah, tradisi, hingga kuliner khas dalam satu pengalaman yang berkesan.

Lokasinya hanya sekitar lima kilometer dari pusat Maninjau. Begitu memasuki kawasan desa, hamparan perbukitan hijau yang mengelilingi danau vulkanik itu langsung menyambut pandangan.

Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan suasana desa yang damai menciptakan pengalaman berlibur yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Tak hanya memesona secara alamiah, Nagari Sungai Batang juga memiliki nilai sejarah penting bagi Indonesia.

Desa ini dikenal sebagai tanah kelahiran ulama, sastrawan, sekaligus tokoh besar bangsa, Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka. Beliau lahir di kawasan Tanah Sirah, Nagari Sungai Batang, pada 17 Februari 1908.

Jejak pemikiran dan keteladanan Buya Hamka masih terasa kuat dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Secara geografis, Nagari Sungai Batang berada di kawasan perbukitan dengan luas sekitar 28,13 kilometer persegi yang terbagi ke dalam tujuh jorong.

Kehidupan masyarakatnya banyak bergantung pada sektor pertanian serta aktivitas di sekitar Danau Maninjau.

Harmoni antara alam dan kehidupan tradisional inilah yang membuat desa ini terasa begitu autentik.

Kekayaan budaya menjadi daya tarik utama Desa Wisata Sungai Batang. Wisatawan dapat menyaksikan langsung tradisi Makan Bajamba, sebuah perhelatan makan bersama yang sarat makna kebersamaan.

Dalam tradisi ini, masyarakat duduk bersila dan menikmati hidangan bersama dari satu dulang.

Suasana semakin meriah dengan pertunjukan seni Minang, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga tradisi berbalas pantun yang penuh pesan kehidupan.

Selain itu, terdapat pula pertunjukan Gandang Tambua Tasa yang menghadirkan dentuman tabuhan penuh semangat, serta Tari Galombang yang biasa ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X