Uniknya Candi Sumberawan Singosari yang Berdiri di Atas Mata Air Sakral

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 4 Mei 2026 | 09:07 WIB
Candi Sumberawan (trip advisor)
Candi Sumberawan (trip advisor)

KLIK SAJA - Candi Sumberawan merupakan satu-satunya candi berbentuk stupa di Jawa Timur.

Lokasinya terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, situs ini berdiri tenang di lereng Gunung Arjuno pada ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut.

Suasananya sejuk, hening, dan jauh dari hiruk pikuk—sebuah tempat yang terasa seperti jeda dari dunia luar.

Berbeda dari kebanyakan candi di sekitarnya yang bercorak Hindu, Candi Sumberawan sepenuhnya bernafaskan Buddha.

Dalam catatan sejarah, tempat ini diyakini sebagai situs suci bernama Kasurangganan pada masa Kerajaan Singasari.

Meski bangunannya diperkirakan didirikan pada abad ke-14 pada era Majapahit, kawasan ini sudah lebih dulu disakralkan sejak zaman Singasari.

Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1904 dalam kondisi tertimbun tanah, sebelum akhirnya dipugar oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937.

Nama “Sumberawan” sendiri berasal dari kata “sumber” dan “rawan” (telaga), merujuk pada keberadaan mata air yang melimpah tepat di bawah bangunan candi.

Secara arsitektur, Candi Sumberawan memiliki kaki berbentuk persegi, tubuh silinder yang tambun, serta puncak stupa—meskipun bagian atasnya kini sudah tidak utuh.

Keunikan utamanya terletak pada sumber air yang mengalir di bawah pondasi candi. Air tersebut terus mengalir tanpa henti, menyusup melalui sela-sela batu andesit, seolah menjadi denyut kehidupan yang tak pernah padam.

Pesona utama Candi Sumberawan tak hanya pada bentuknya yang langka, tetapi juga pada airnya yang dipercaya suci dan berkhasiat.

Di dalam kompleks candi terdapat Sendang Kederajatan, sebuah pemandian alami yang airnya berasal langsung dari bawah candi melalui sistem saluran kuno.

Air di sendang ini begitu jernih. Banyak pengunjung yang meminumnya langsung tanpa dimasak, atau membawanya pulang sebagai simbol berkah dan harapan akan kesehatan.

Di luar itu, lingkungan sekitar candi yang dikelilingi hutan pinus menambah daya tarik tersendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X