Mengenal Candi Boyolangu di Tulungagung, Jejak Nenek Buyut Raja Besar Hayam Wuruk

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 4 Mei 2026 | 09:25 WIB
Candi Boyolangu  (budaya jatim.com)
Candi Boyolangu (budaya jatim.com)

KLIK SAJA - Candi Boyolangu sering juga dikenal sebagai Candi Gayatri, merupakan salah satu peninggalan berharga dari masa kejayaan Majapahit.

Berbeda dari bayangan umum tentang candi megah, situs ini menyimpan daya tariknya justru pada kesederhanaan bentuk dan kedalaman kisah sejarah yang melingkupinya.

Di kalangan masyarakat setempat, candi ini juga kerap disebut sebagai Punden Gilang.

Candi ini erat kaitannya dengan sosok Gayatri, seorang tokoh penting dalam sejarah Majapahit.

Ia diyakini sebagai perwujudan arca bodhisattwa wanita yang ditemukan di situs tersebut—sebuah figur suci yang melambangkan kebijaksanaan dalam ajaran Buddha.

Tak hanya sebagai tempat pemujaan, sebagian sejarawan juga berpendapat bahwa Candi Boyolangu merupakan lokasi persemayaman abu jenazah Gayatri.

Dyah Gayatri adalah putri bungsu dari Raja Kertanegara, penguasa terakhir Kerajaan Singasari.

Dalam Kitab Negarakertagama disebutkan bahwa ia bersama tiga saudara perempuannya—Tribhuwana, Mahadewi, dan Jayendradewi—dinikahi oleh Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

Selain itu, Raden Wijaya juga memiliki seorang istri dari Melayu bernama Dara Petak atau Indreswari.

Dari seluruh pernikahan tersebut, hanya Gayatri dan Dara Petak yang memiliki keturunan.

Dara Petak melahirkan Jayanegara, sementara Gayatri melahirkan Tribhuwanatunggadewi dan Rajadewi.

Nama Tribhuwanatunggadewi menjadi sangat penting dalam sejarah karena ia kelak melahirkan raja besar Majapahit, Hayam Wuruk.

Seiring waktu, setelah wafatnya Raden Wijaya dan Jayanegara, Gayatri sebenarnya memiliki hak atas takhta Majapahit sebagai sesepuh kerajaan.

Maka bisa dikatakan Gayatri adalah nenek buyut dari raja besar Hayam Wuruk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X