wisata

Masjid Jami' Nurul Huda, Tertua di Bojonegoro: Jejak Mataram Islam di Jawa Timur

Kamis, 13 Maret 2025 | 15:02 WIB
Gerbang Masjid Jami' Nurul Huda (promedia)

Arsitektur dan Peninggalan Sejarah

Meskipun dikenal sebagai masjid tertua di Bojonegoro, bangunan Masjid Jami' Nurul Huda kini terlihat lebih modern setelah mengalami beberapa kali renovasi.

Namun, beberapa elemen arsitektur asli masih dipertahankan untuk menjaga nilai sejarahnya.

Salah satunya adalah daun pintu masjid yang terbuat dari kayu jati tua.

Pada daun pintu tersebut, terdapat tulisan huruf Arab dan aksara Jawa yang menjadi bukti autentik sejarah masjid ini.

Selain itu, di teras depan masjid terdapat prasasti yang menandakan tahun pembangunan masjid, yaitu 1262 Hijriyah.

Pintu masuk Masjid Jami' Nurul Huda (jatim now)

Masjid Jami' Nurul Huda juga menyimpan sejumlah benda peninggalan bersejarah dari zaman Kerajaan Mataram Islam.

Di antaranya adalah bedug masjid peninggalan Ki Ageng Wiroyudo, peti kayu jati yang diperkirakan berusia 342 tahun, serta sebuah bencet atau alat petunjuk waktu sholat pada zaman dahulu.

Baca Juga: Menelisik Sejarah Masjid Bungkuk, Tertua di Malang

Bencet ini masih terawat dengan baik dan ditempatkan di depan samping masjid.

Dengan kapasitas yang mampu menampung hingga 700 jamaah, masjid ini tidak hanya digunakan untuk sholat lima waktu, tetapi juga untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, peringatan hari besar Islam, dan kegiatan sosial lainnya.

Keberadaan Masjid Jami' Nurul Huda tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Desa Canga'an, tetapi juga menjadi simbol sejarah dan perjuangan Islam di Bojonegoro.

Masjid ini menjadi bukti nyata bagaimana Islam berkembang di Jawa Timur, khususnya di wilayah Bojonegoro, melalui peran para pejuang dan ulama pada masa lalu.***

Halaman:

Tags

Terkini