KLIK SAJA - Masjid At-Thohiriyah, atau yang juga dikenal sebagai Masjid Bungkuk, merupakan salah satu masjid tertua di Malang, Jawa Timur.
Masjid ini telah berdiri sejak abad ke-18 dan menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam di wilayah Malang.
Dengan sejarah panjang yang dimilikinya, Masjid Bungkuk tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol perjuangan dan dakwah Islam di tengah masyarakat yang kala itu masih didominasi oleh agama Hindu.
Sejarah Berdirinya Masjid Bungkuk
Masjid At-Thohiriyah bermula dari kedatangan seorang mantan laskar Pangeran Diponegoro bernama KH Hamimmuddin ke wilayah Singosari, yang pada saat itu masih berupa hutan belantara.
Baca Juga: Menelusuri Kebesaran Masjid Besar Kuno Taman di Madiun, Sarat Sejarah Peninggalan Mataram Islam
Setelah perang Diponegoro usai, Pangeran Diponegoro berpesan kepada para laskarnya untuk terus selalu menyebarkan agama Islam di manapun mereka berada.
Mengikuti pesan tersebut, KH Hamimmuddin memulai aktivitas dakwahnya dengan mendirikan sebuah gubuk bambu kecil yang berfungsi sebagai musala.
Pada gubuk tersebut, beliau mengajarkan cara mengaji dan menunaikan ibadah salat kepada masyarakat sekitar.
Gerakan rukuk dan sujud dalam salat yang diajarkan oleh KH Hamimmuddin dinilai baru dan unik oleh masyarakat setempat.
Masyarakat yang kala itu masih mayoritas beragama Hindu menyebut gerakan ibadah tersebut dengan istilah "bungkuk-bungkuk".
Maka sejak saat itu, area masjid dan sekitarnya dikenal sebagai kawasan Bungkuk, dan KH Hamimmuddin pun dijuluki Mbah Bungkuk oleh warga sekitar.
Ajaran Islam yang dibawa oleh KH Hamimmuddin ternyata menarik perhatian banyak warga.