wisata

Mengenal Marbinda, Tradisi Unik Suku Batak Sambut Natal dan Tahun Baru

Rabu, 18 Desember 2024 | 15:34 WIB
Prosesi adat Marbinda Suku Batak sambut Natal (shutterstock)

Awalnya masyarakat menentukan dahulu jenis hewan yang akan disembelih, untuk selanjutnya dihitung iuran tiap bulan hari marbinda tiba.

Pada jaman dahulu, pembayaran marbinda dibayar dengan padi saat panen, tapi seiring waktu, pembayaran marbinda dihitung dengan uang.

Daging hasil sembelihan ini biasanya dibagi menjadi 2 kelompok, sebagian akan dimasak bersama dan sebagian lagi dibagi dalam bentuk daging mentah.

Sepintas mirip dengan tradisi perayaan penyembelihan kurban Idul Adha pada umat muslim Indonesia.

Kegiatan memasak daging bersama-sama ini disebut sebagai marhobas.

Baca Juga: Mari Mengenal Kebudayaan Batu Besar di Sulawesi Tengah, ‘Negeri Seribu Megalit’

Saat marhobas, kaum lelaki akan memotong daging, dan perempuan menyediakan bumbu dapur untuk memasak bersama.

Kegitan marbinda dan marhobas kemudian diakhiri dengan perayaan dan makan bersama.

Sewaktu acara juga ada proses ibadah yang dilakukan seperti doa bersama sebagai ucapan syukur kepada Tuhan.  

Melalui tradidi Marbinda, Suku Batak menjaga nilai-nilai kebersamaan, keadilan, saling menghargai dan senasib sepenanggungan.

Adil dan saling menghargai karena hewan yang disembelih akan dibagi secara rata kepada setiap anggota, kebersamaan dan gotong royong karena dalam proses menyembelih perwakilan setiap  keluarga harus terlibat.

Maka dari itu tak ayal tradisi Marbinda mampu menyatukan para warga Suku Batak melalui aspek gotong royong.***

Halaman:

Tags

Terkini