Alasan Mengapa Benjamin Netanyahu Menolak Negara Palestina

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 3 November 2024 | 17:10 WIB
Karikatur Benjamin Netanyahu ingin kuasai Gaza (DarylCagle,com)
Karikatur Benjamin Netanyahu ingin kuasai Gaza (DarylCagle,com)

 

 

KLIK SAJA - Penolakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap pembentukan negara Palestina pasca-Perang Gaza memicu respons global yang sudah dapat diprediksi sebelumnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio  Guterres  menyebut hal tersebut sebagai alasan yang tak dapat diterima.

Sementara, Presiden Joe  Biden  menegaskan kembali dukungannya terhadap "solusi dua negara", dan Uni Eropa  mengancam "konsekuensi" jika pemerintah Netanyahu tidak mengubah arah politiknya.

Baca Juga: All Eyes on Jabalia Camp: Pengungsi dan Relawan Medis di Gaza Utara Jadi Sasaran Tembak Militer Israel

Namun, dengan melihat fakta sekarang dimana kamp Jabalia yang terdapat perwakilan PBB UNRWA pun digempur habis-habisan, lalu perbatasan Rafah pun ditutup rapat-rapat dari bantuan internasional.

Pertanyaannya  bukanlah  apakah Netanyahu salah karena menolak solusi dua negara di masa mendatang.

Justru apakah dia salah karena mengatakan secara terbuka apa yang dipikirkan banyak orang dalam posisinya secara pribadi.

Yang pasti, Netanyahu sebenarnya seorang Yahudi ekstrem yang bisa kompromis, namun saat ini ia berada di posisi sulit, dimana publik Israel harapkan secuil tanah Gaza untuk segera dikuasai, namun di sisi lain ia pun dalam tekanan internasional.

Baca Juga: MER-C Berangkatkan Tim Relawan Medis EMT ke-6 Ke Jalur Gaza, Walau Israel Masih Menggempur Palestina

Namun dengan kemarahan rakyat Israel atas kegagalan intelijen atas agresi Hamas pada tanggal 7 Oktober.

Citra Netanyahu menjadi lemah di dalam negeri dan berusaha untuk menghabisi Gaza, dalam posisi ini ia tidak mengkhawatirkan tentang konsekuensinya di luar negeri.

Para rabi Yahudi kelompok kanan pun mulai mempertanyakan kepemimpinan Netanyahu, hingga akhirnya menekannya untuk segera menguasai Gaza dan Lebanon.

Tekanan seperti ini memang hanya bisa diemban oleh Bibi, panggilan akrabnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Tags

Rekomendasi

Terkini

X