KLIK SAJA - Klaten, sebuah kota di Jawa Tengah, dikenal memiliki kekayaan destinasi wisata mulai dari kawasan perkotaan yang hidup hingga perbukitan yang menawarkan ketenangan.
Selain pesonanya yang alami, Klaten juga menjadi tujuan penting bagi para peziarah karena menyimpan berbagai lokasi wisata rohani yang penuh makna.
Salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan adalah Gua Maria Marganingsih, yang berada di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Nama Marganingsih memiliki arti yang mendalam. Kata marga berarti “jalan”, sedangkan ningsih berarti “kasih”.
Maka, Marganingsih dapat dimaknai sebagai jalan mengalirnya kasih, rahmat, dan karunia Tuhan.
Gua Maria Marganingsih diresmikan pada 27 Oktober 2002 oleh Keuskupan Agung Semarang (KAS) dan diberkati oleh Mgr. Ignasius Suharyo Pr. Namun, kisah pendiriannya telah dimulai jauh sebelum itu.
Tempat ini berawal dari perjalanan spiritual pasangan suami-istri Max Somowihardjo dan Maria Margareta Sukepi, yang selama lima tahun menantikan kelahiran seorang anak.
Dengan penuh iman, mereka melakukan ziarah ke Gua Maria Sendangsono dengan berjalan kaki sejauh 55 kilometer.
Perjalanan tersebut membuahkan mukjizat: mereka akhirnya dikaruniai 12 anak, salah satunya menjadi imam Jesuit (SJ), yaitu Romo Martinus Soenarwidjaja.
Baca Juga: Buat Umat Katolik Babel, Yuk Wisata Rohani ke Gua Maria Belinyu!
Secara lokasi, gua ini berada dekat kompleks Makam Sunan Panandaran II dan secara administratif termasuk dalam Paroki Santa Maria Bunda Kristus, Wedi.
Seiring berjalannya waktu, Gua Maria Marganingsih terus mengalami renovasi untuk memperindah dan memperluas kawasan ziarah.
Salah satu pembaruan besar dilakukan pada tahun 1994, melibatkan banyak pihak demi memperkokoh dan mempercantik area gua.
Bangunan gua berdiri di atas lereng bukit berbatu, memberikan nuansa unik dan alami.