KLIK SAJA – Jika sobat Klik Saja berkesempatan plesiran ke kota Yogyakarta menggunakan moda transportasi kereta api, pasti akan berhenti di stasiun Lempuyangan atau stasiun Tugu.
Yogyakarta, atau Jogja, selalu dikenal sebagai kota budaya sekaligus tujuan wisata favorit.
Namun, bagi pendatang maupun wisatawan, ada satu hal yang kerap membingungkan, yaitu membedakan dua stasiun kereta api utamanya: Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Tugu.
Kedua stasiun ini dibangun jaman kolonial dan pastinya menyimpan banyak kenangan bagi siapa saja yang pernah ke Yogyakarta.
Keduanya sama-sama berfungsi sebagai pintu masuk penting menuju kota ini, tetapi memiliki sejarah, fasilitas, dan peran yang berbeda.
Stasiun Lempuyangan, yang terletak di Jalan Lempuyangan No. 1, merupakan stasiun kereta api pertama di Yogyakarta.
Baca Juga: Pesona ‘Seram’ Omah Balung di Makam Peneleh Surabaya
Diresmikan pada 2 Maret 1882 oleh perusahaan kereta api Belanda Staats Spoorwegen, stasiun ini menjadi pusat transportasi penting pada masa kolonial dan perjuangan kemerdekaan.
Dari sinilah pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berangkat menuju medan pertempuran pada 1945.
Lima tahun setelahnya, tepatnya pada 12 Mei 1887, dibangunlah Stasiun Tugu oleh perusahaan yang sama.
Awalnya, Tugu difungsikan sebagai jalur pengangkutan hasil bumi dari Jawa Tengah dan sekitarnya, sebelum akhirnya mulai melayani penumpang pada tahun 1905.
Lokasinya yang strategis, dekat dengan Malioboro, membuat stasiun ini kini menjadi salah satu titik tersibuk di kota.
Kedua stasiun tersebut juga memiliki perbedaan dari segi layanan. Lempuyangan dikenal sebagai stasiun untuk kereta ekonomi, sedangkan Stasiun Tugu melayani penumpang kereta bisnis dan eksekutif.
Perbedaan ini membuat keduanya memiliki karakteristik yang cukup kontras.