Mengenal Teknik Vokal 'Yodel': Suara Unik Sang Penggembala Pegunungan Alpen yang Mendunia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 11:37 WIB
Sekumpulan anak-anak Swiss sedang bernyanyi ala Yodel (newly swiss)
Sekumpulan anak-anak Swiss sedang bernyanyi ala Yodel (newly swiss)

KLIK SAJA – Pernahkah kamu melihat dan mendengar seorang Wanita Eropa Tengah yang berkepang pirang dan berpakaian tradisional bernyanyi dengan teknik unik untuk memanggil kawanan sapi di peternakan pegunungan Alpen.

Teknik vokal unik ini disebut Yodel atau Yodeling.

Yodeling atau jodeling adalah teknik vokal unik yang memanfaatkan perpindahan cepat antara dua register suara manusia: suara dada (nada rendah) dan suara kepala atau falsetto (nada tinggi).

Teknik ini menghasilkan efek naik-turun yang khas dan sering kali mengejutkan telinga yang belum terbiasa mendengarnya.

Dalam bahasa Inggris, kata yodel berasal dari bahasa Jerman jodeln, yang berarti "mengucapkan suku kata jo" (dibaca “yo”).

Walaupun identik dengan Pegunungan Alpen, yodeling sejatinya telah digunakan dalam berbagai budaya di seluruh dunia.

Bahkan, penelitian ilmiah terkini menunjukkan bahwa yodel dan bahasa mungkin memiliki akar prosodi yang sama—cara melodi suara digunakan dalam tutur kata.

Asal-usul Yodeling Alpen

Yodeling awalnya merupakan alat komunikasi alami yang digunakan oleh para penggembala di Pegunungan Alpen Tengah, seperti di Appenzell, Swiss.

Dengan suara yang melengking dan bertenaga, yodel digunakan untuk memanggil ternak atau menyampaikan pesan antar desa yang terpisah lembah dan pegunungan.

Catatan pertama mengenai yodel berasal dari tahun 1545 dan menggambarkan "teriakan seorang penggembala sapi dari Appenzell."

Dalam perkembangannya, teknik ini menjadi bagian dari Volksmusik atau musik rakyat di kawasan Swiss, Austria, dan Jerman Selatan.

Di Eropa, yodel masih hidup dalam lagu-lagu rakyat kontemporer dan bahkan menjadi bagian dari siaran televisi reguler.

Yodeling menyebar ke Amerika Serikat pada abad ke-19 melalui penyanyi keliling. Puncaknya terjadi ketika Jimmie Rodgers, musisi legendaris AS, memperkenalkan blue yodel—gabungan antara yodel gaya Alpen, musik blues, dan tradisi musik Afrika-Amerika.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X