Mengenal Konsep Rumah Betang Suku Dayak Kanayat’n Kalimantan Barat

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 20 April 2025 | 14:52 WIB
Rumah Betang Suku Dayak Kanayat'n di Kalbar (Indonesia Kaya)
Rumah Betang Suku Dayak Kanayat'n di Kalbar (Indonesia Kaya)

KLIK SAJA- Setiap rumah adat di Indonesia menyimpan kisah dan filosofi yang mencerminkan kehidupan masyarakatnya.

Begitu pula dengan Rumah Betang milik suku Dayak Kanayat’n, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial dan budaya.

Rumah Betang merupakan simbol kuat kebersamaan, gotong royong, dan identitas masyarakat Dayak, khususnya Kanayat’n yang mendiami Kalimantan Barat.

Rumah Betang Dayak Kanayat’n memiliki bentuk panjang memanjang dan berdiri di atas tiang-tiang tinggi hingga empat meter dari permukaan tanah.

Struktur ini bukan tanpa alasan—ketinggian rumah berfungsi melindungi penghuni dari banjir, serangan hewan buas, hingga musuh.

Selain itu, ruang kosong di bawah rumah dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan hasil panen seperti padi.

Rumah ini dibangun dari kayu ulin atau belian, sejenis kayu keras dan tahan lama yang menjadi kekayaan hutan Kalimantan.

Berlokasi di Dusun Dayak Kanayat’n, Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Rumah Betang ini telah berdiri sejak sekitar tahun 1875 dan mengalami rehabilitasi terakhir pada 2012.

Rumah ini memiliki 35 pintu, di mana setiap pintu dihuni oleh 2–3 kepala keluarga.

Tidak seperti rumah betang dari suku Dayak lainnya yang biasanya tersebar dalam beberapa unit, rumah ini hanya satu unit dalam satu kampung.

Dari segi arsitektur, Rumah Betang Dayak Kanayat’n memiliki atap pelana memanjang dan dinding bergaya jengki.

Tiap pintu rumah memiliki serambi tanpa sekat yang menyambung satu sama lain, memperkuat nilai kebersamaan.

Di dalamnya, terdapat ruang keluarga, dapur berukuran kecil dengan tungku, dan ruang tidur. Dapur menghadap ruang keluarga, mencerminkan keterbukaan dan kedekatan antaranggota keluarga.

Bukan hanya sebagai tempat tinggal, Rumah Betang juga menjadi pusat kegiatan budaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X