KLIK SAJA - Polemik terkait respons pemerintah terhadap gelombang aksi mahasiswa kembali menjadi perhatian publik.
Pengamat politik M. Jamiluddin Ritonga menyarankan agar Istana mempertimbangkan untuk mengistirahatkan Muhammad Qodari dari jabatannya.
Ia menilai pernyataan Qodari terkait aspirasi mahasiswa justru berpotensi memperbesar gelombang demonstrasi.
Menurut Jamiluddin, pemerintah perlu membuka ruang dialog agar ketegangan antara masyarakat dan pemerintah tidak semakin meningkat.
Baca Juga: Daftar 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG Jadi Sorotan, Ini Kekhawatiran Sahroni soal Proses Hukum MBG
Pengamat Soroti Pernyataan Muhammad Qodari soal Demo Mahasiswa
Pengamat politik M. Jamiluddin Ritonga memberikan tanggapan terkait polemik yang muncul setelah pernyataan Muhammad Qodari.
Ia menilai respons terhadap aksi mahasiswa perlu dilakukan dengan pendekatan komunikasi yang lebih terbuka.
Menurutnya, pernyataan pejabat publik dapat memengaruhi suasana sosial dan politik.
Ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengambil langkah yang justru membuat mahasiswa semakin solid melakukan aksi.
Sorotan tersebut muncul saat sejumlah mahasiswa menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Istana Diminta Evaluasi Posisi Qodari
Jamiluddin menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan untuk memberikan waktu istirahat kepada Muhammad Qodari dari posisi yang dijalaninya.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi bentuk evaluasi terhadap komunikasi pemerintah dengan publik.
Artikel Terkait
PLN Disorot Usai Pemadaman Mendadak, UMKM Kuliner Cerita Rugi Karena Produksi Gagal
New Zealand vs Egypt Prediction: The Pharaohs Try to Get First-Ever World Cup Victory in Group G Clash
Pelni Siapkan Armada Baru Rp4,5 Triliun untuk Ganti Kapal Tua Berusia 40 Tahun Demi Kenyamanan Penumpang
Libatkan Ratusan Pelajar, KAI Daop 7 Madiun Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Kereta Api di Sekolah
Pemeriksaan Bus Diperketat Jelang Libur Sekolah, Kemenhub Pastikan Armada Layak Membawa Penumpang