Negara-negara Asia–Afrika perlu kembali mendorong perdagangan adil, bukan dipaksa tunduk pada kebijakan sepihak.
- Hak untuk Berkembang
KAA memperjuangkan hak setiap bangsa untuk berkembang di kaki sendiri.
Dalam konteks saat ini, tekanan tarif dari AS terhadap Tiongkok — dan secara tidak langsung terhadap negara-negara lain — adalah bentuk dominasi baru yang ingin membatasi pertumbuhan negara-negara berkembang.
Spirit KAA mengajarkan bahwa setiap bangsa berhak menentukan jalannya sendiri tanpa intimidasi ekonomi.
- Perdamaian Dunia
KAA lahir dari keinginan besar menciptakan perdamaian global setelah kengerian Perang Dunia II. Prinsip ini masih vital hari ini.
Perang dagang membawa risiko ketegangan politik dan ekonomi yang bisa mengganggu stabilitas dunia. Maka, jalan damai, kompromi, dan kerja sama multilateral harus kembali ditegakkan.
Bukan tidak mungkin hanya masalah perebutan hegemoni ekonomi bisa mengarah kepada kekerasan fisik yang kita hindari: Perang Dunia III.
KAA, Warisan yang Harus Dihidupkan
Perang dagang Tiongkok–AS hari ini adalah de javu dari pertarungan dominasi yang pernah ingin dilawan oleh negara-negara Asia-Afrika melalui KAA.
Sayangnya, banyak negara kini lupa akan warisan penting tersebut.
Saat dunia semakin terpolarisasi, semangat Konferensi Asia–Afrika perlu dihidupkan kembali — untuk memperjuangkan dunia yang adil, damai, dan berkeadilan ekonomi bagi semua bangsa, bukan hanya milik segelintir negara kuat.***