Konferensi Asia Afrika yang Terlupakan: De Javu Perang Dagang Tiongkok–AS

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 28 April 2025 | 21:45 WIB
Tampak Zhou Enlai mantan PM Tiongkok menyalami para pemimpin Asia Afrika saat KKA 1955 di Bandung (KAA)
Tampak Zhou Enlai mantan PM Tiongkok menyalami para pemimpin Asia Afrika saat KKA 1955 di Bandung (KAA)

Negara-negara Asia–Afrika perlu kembali mendorong perdagangan adil, bukan dipaksa tunduk pada kebijakan sepihak.

  1. Hak untuk Berkembang

KAA memperjuangkan hak setiap bangsa untuk berkembang di kaki sendiri.

Dalam konteks saat ini, tekanan tarif dari AS terhadap Tiongkok — dan secara tidak langsung terhadap negara-negara lain — adalah bentuk dominasi baru yang ingin membatasi pertumbuhan negara-negara berkembang.

Spirit KAA mengajarkan bahwa setiap bangsa berhak menentukan jalannya sendiri tanpa intimidasi ekonomi.

  1. Perdamaian Dunia

KAA lahir dari keinginan besar menciptakan perdamaian global setelah kengerian Perang Dunia II. Prinsip ini masih vital hari ini.

Perang dagang membawa risiko ketegangan politik dan ekonomi yang bisa mengganggu stabilitas dunia. Maka, jalan damai, kompromi, dan kerja sama multilateral harus kembali ditegakkan.

Bukan tidak mungkin hanya masalah perebutan hegemoni ekonomi bisa mengarah kepada kekerasan fisik yang kita hindari: Perang Dunia III.

KAA, Warisan yang Harus Dihidupkan

Perang dagang Tiongkok–AS hari ini adalah de javu dari pertarungan dominasi yang pernah ingin dilawan oleh negara-negara Asia-Afrika melalui KAA.

Sayangnya, banyak negara kini lupa akan warisan penting tersebut.

Saat dunia semakin terpolarisasi, semangat Konferensi Asia–Afrika perlu dihidupkan kembali — untuk memperjuangkan dunia yang adil, damai, dan berkeadilan ekonomi bagi semua bangsa, bukan hanya milik segelintir negara kuat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X