Rata-rata intake tahunan mencapai 330 juta barel dengan tingkat availability sekitar 83 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata benchmark industri global.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski infrastruktur kilang yang ada cukup produktif, kebutuhan pembangunan kilang baru tetap mendesak untuk mengurangi ketergantungan impor dan menjaga stabilitas energi nasional.***