Menyoal Debat Dedi Mulyadi dan Aura Cinta: Antara Keadilan Marjinal dan Realita Kemiskinan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 29 April 2025 | 16:11 WIB
ilustrasi debat antara KDM dan Aura Cinta (suara)
ilustrasi debat antara KDM dan Aura Cinta (suara)

Maka dalam konteks ini, kebijakan harus tidak hanya rasional, tetapi juga empatik dan partisipatif.

Debat antara Dedi Mulyadi dan Aura Cinta seharusnya tidak dilihat sebagai konfrontasi antara pemimpin dan warga, tetapi sebagai potret diskusi demokratis yang sehat.

Namun lebih dari itu, ia menyadarkan kita bahwa pembangunan yang sejati adalah yang melibatkan, mendengarkan, dan mengangkat suara-suara yang selama ini terpinggirkan.

Seremonial wisuda mungkin bukan prioritas utama dalam daftar kebutuhan hidup, tetapi dalam banyak kasus, ia menjadi satu-satunya bentuk pengakuan terhadap perjuangan pendidikan anak-anak dari keluarga miskin.

Maka Pemerintah harus bijak dan humanis dalam membuat kebijakan. Karena sering kali, yang terlihat boros di mata birokrat, justru adalah sumber semangat bagi yang tertindas.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X