Pada perjalanan tersebut, beliau dituntun Malaikat Jibril melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Bumi Palestina dengan sekejap menaiki kendaraan Bouraq.
Dari tanahnya para Nabi tersebut, beliau lalu melanjutkan perjalanan menembus langit ke Sidratul Muntaha, bertemu dengan para Nabi pendahulu bahkan sempat menjadi imam shalat bagi mereka semua.
Namun dari puncak dari perjalanan tersebut adalah berupa ‘hadiah’ dari Allah SWT berupa perintah menjalankan shalat lima waktu bagi umat muslim.
Jika menilik dari perjalanan mulia tersebut, kita bisa memaknainya dan menganalogikannya dengan kejadian yang baru-baru saja terjadi di Bumi Palestina, tanahnya para Nabi.
Yaitu dimana ada kesulitan pasti akhirnya akan ada kemenangan gemilang yang akan menyertai hidup kita, jika tetap berpegang teguh pada jalan Allah.
Kita mengetahui, selama setahun lebih, mulai dari Oktober 2023 hingga di awal tahun 2025, rakyat Palestina didera penderitaan pedih, dimana kampung halaman yang mereka tinggali digempur habis-habisan rata dengan tanah oleh penjajah Zionis Israel.
Selama masa itu, rakyat Palestina utamanya yang berada di Gaza, tetap sabar dan tabah dalam menjalani ujian teramat berat tersebut.
Mereka sama sekali tidak menyerah baik warga Palestina di Gaza maupun di Tepi Barat, walau mereka kekurangan air, makanan, listrik, gas dan segala keperluan hidup lainnya.
Hingga akhirnya pada tanggal 19 Januari 2025, yang dinanti-nanti oleh warga Palestina pun tiba, yaitu kesepakatan Gencatan Senjata antara Hamas dengan Israel.
Banyak pengamat Internasional, menganggap gencatan senjata ini adalah kemenangan dari warga Palestina.
Bagaimana tidak, hampir setahun lebih, pihak militer Zionis IDF gagal mengambil kembali para sandera warga Israel yang ditawan Hamas semenjak peristiwa Oktober 2023.
Hingga akhirnya berujung pada Gencatan Senjata di awal tahun 2025, dimana akhirnya para ratusan tawanan Palestina yang dipenjara bertahun-tahun lamanya bisa dibebaskan lewat pertukaran sandera warga Israel.
Ini adalah bukti bahwa bagi siapapun yang tetap berteguh pada jalan kebenaran dalam mempertahankan akidah dan tanah air atau hizbul wathan, pasti akan diberikan kemenangan gilang gemilang pada akhirnya.
Terlebih lagi bumi Palestina adalah ‘rute’ perjalanan mulia Isra’ Mi’raj yang dilalui oleh Rasulullah SAW, sehingga tentunya peristiwa Isra’ Mi’raj pada tahun ini sangat terasa spesial bagi warga Gaza dan Tepi Barat.
Marilah kita memaknai Isra’ Mi’raj sebagai momentum meneguhkan diri dalam berjuang di jalan Allah melalui perbuatan, perkataan dan tindakan yang baik sebagai muslim sejati, semoga bermanfaat.***