KLIK SAJA - Lambang Swastika sangat identik dengan rezim Nazi Adolf Hitler; simbol merah dan hitam dari Perang Dunia Kedua.
Simbol Salib Bertekuk Berkait ini sebenarnya lambang kuno yang banyak digunakan berbagai peradaban, baik barat maupun timur
Namun lambang ini layak diklaim oleh pengikut Hinduisme, Buddha, dan Jainisme, yang menganggap swastika sebagai simbol suci selama ribuan tahun.
Baca Juga: Elon Musk, Manusia Paling Berbahaya di Planet Ini, Villain Sesungguhnya Dunia Nyata
Bagi penganut Jain, swastika melambangkan salah satu dari 24 Tirthankara , atau penyelamat, sementara penganut Buddha menganggap simbol tersebut sebagai jejak kaki Buddha dan bagi umat Hindu melambangkan siklus atau keberuntungan.
Pertanyaannya, kenapa Adolf Hitler yang orang Jerman menggunakan simbol Swastika sebagai gerakan Nazi-nya.
Cerita dimulai Ketika Adolf Hitler mulai naik ke tampuk kekuasaan dan mencari simbol untuk merangkum gerakannya, Partai Nazi demi masa depan yang kuat bagi Jerman.
Pada saat pencariannya, di Jerman sedang dihebohkan penemuan artefak Yunani Kuno oleh arkeolog Heinrich Schliemann di tempat yang diklaim sebagai kota legendaris Troya di Asia Kecil.
Pada salah satu benda temuannya, adalah banyaknya ditemukan lambang Swastika, persis dengan lambang suci milik umat Hindu dan Budha.
Berita penemuan lambang Swastika di belahan peradaban Barat menggemparkan Eropa, dan seketika menjadi simbol favorit kaum nasionalis Jerman.
Baca Juga: Mengenang Gencatan Senjata Natal 1914 Pada Perang Dunia I
Entah bagaimana mereka mengaitkan lambang Swastika sebagai simbol keturunan 'ras unggul' kuno yang dikenal sebagai bangsa Arya, merujuk dengan kebudayaan Hindu Awal yang juga ras Arya kulit putih.
Kepercayaan ini bertahan hingga abad ke-20, hingga menarik perhatian Adolf Hitler, pemimpin Partai Nazi yang sedang berkembang.
Hitler memahami kekuatan sebuah gambar dan tahu bahwa gambar itu akan memberikan landasan sejarah bagi cita-cita Nazi.