Elon Musk, Manusia Paling Berbahaya di Planet Ini, Villain Sesungguhnya Dunia Nyata

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 11 Januari 2025 | 16:00 WIB
pandangan sinis Elon Musk (independent)
pandangan sinis Elon Musk (independent)

KLIK SAJA - Tahun lalu, kita sempat bertanya-tanya, apa yang mau dilakukan Elon Musk ketika mendatangi Indonesia.

Ia mendatangi para pejabat Indonesia dengan pakaian kasual ‘suka-suka’ dia, arogan dan terkesan angkuh tak menghormati tuan rumah.

Itulah Elon Musk, sosok yang akhir-akhir santer dikatakan sebagai orang ‘nomor dua’-nya Donald Trump.

Ia terkenal sebagai sosok yang terang-terangan menghasut berbagai pihak untuk mendapatkan tujuan yang ia capai, tapi uniknya ia tak pernah dapat jeratan hukum, itulah kekuatan ‘money talks’.

Baca Juga: Gila! Elon Musk Beri Undian juta per hari Kepada Pemilih Donald Trump, Apakah Terindikasi Politik Uang?

Sebagai contoh, saat pemilu Presiden AS lalu, ia terang-terangan melakukan money politics, dimana ia memberikan lotere uang kepada yang memilih Donald Trump dengan jumlah yang besar.

Herannya, pihak hukum AS sudah jelas-jelas mengatakan hal tersebut menyalahi aturan, namun hingga kini tidak ada tindakan hukum kepadanya.

Mantan Perdana Menteri Skotlandia, Humza Yousaf telah mengeluarkan peringatan keras tentang Elon Musk, melabelinya sebagai “salah satu orang paling berbahaya di planet ini” dan menyerukan tindakan tegas terhadap retorikanya yang memecah belah.

Serangan Musk terhadap pemerintah dan politisi Inggris berkisar dari tuduhan serius menutup-nutupi kejahatan geng hingga seruan langsung agar Perdana Menteri Keir Starmer dipecat.

Komentar-komentarnya yang menghasut, termasuk retorika anti-migran dan Islamofobia, serta dukungan terbukanya terhadap tokoh-tokoh sayap kanan di Inggris dan di seluruh Eropa, telah menuai kecaman luas, memicu perdebatan tentang pengaruh asing, kebebasan berbicara, dan peran media sosial dalam politik modern.

Baca Juga: AS Beri Hadiah 25 Juta Dolar Untuk Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro

Dalam sebuah posting di platform media sosial X pada hari Kamis, Yousaf menuduh Musk memperkuat ideologi yang merugikan, menyebarkan disinformasi, dan menggunakan pengaruhnya untuk melemahkan demokrasi.

Pernyataan Yousaf mengikuti pola tindakan dan komentar yang semakin kontroversial dari Musk, yang telah menghadapi kritik karena bersekutu dengan tokoh-tokoh sayap kanan dan mempromosikan sentimen anti-Muslim.

Menurut Yousaf, perilaku Musk mencerminkan tren global individu-individu berkuasa yang memanfaatkan platform mereka untuk menormalkan prasangka dan menciptakan perpecahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: The Guardian

Tags

Rekomendasi

Terkini

X