Ramai Sindiran Endipat vs Donasi Rp10 Miliar Ferry Irwandi, Begini Kronologi Lengkap yang Bikin Publik Panas!

photo author
- Rabu, 10 Desember 2025 | 02:51 WIB
Ramai Sindiran Endipat vs Donasi Rp10 Miliar Ferry Irwandi, Begini Kronologi Lengkap yang Bikin Publik Panas! (Menyoroti kontroversi influencer, Ferry Irwandi dengan anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya ihwal aksi donasi warga untuk korban bencana Sumatera. (Instagram.com/@irwandiferry))
Ramai Sindiran Endipat vs Donasi Rp10 Miliar Ferry Irwandi, Begini Kronologi Lengkap yang Bikin Publik Panas! (Menyoroti kontroversi influencer, Ferry Irwandi dengan anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya ihwal aksi donasi warga untuk korban bencana Sumatera. (Instagram.com/@irwandiferry))

Endipat Membandingkan Donasi Rp10 Miliar dengan Bantuan Negara Triliunan

Di sisi lain, Endipat tetap menjadi sorotan karena pernyataannya di rapat kerja Komisi I DPR bersama Menteri Komdigi, Meutya Hafid, pada 8 Desember 2025.

Dalam rapat itu, ia membandingkan besarnya donasi warga sebesar Rp10 miliar dengan kontribusi pemerintah yang ia klaim mencapai triliunan rupiah.

“Orang yang cuman datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara sudah hadir dari awal,” ujarnya dengan nada tegas.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini, Begini Penjelasan Lengkap soal Dua Bibit Siklon yang Picu Hujan dan Gelombang Tinggi

Ia juga menyindir pihak yang baru datang namun langsung menilai pemerintah tidak hadir.

“Ada orang baru datang, baru bikin satu posko ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah udah bikin ratusan posko di sana,” sindirnya.

Endipat mengatakan pihak kementerian harus lebih aktif menyampaikan informasi kerja pemerintah agar tidak kalah oleh narasi dari media sosial.

“Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara udah triliunan ke Aceh itu,” tegasnya lagi.

Ucapannya itu kembali memicu perdebatan karena dianggap membandingkan dua hal yang sifatnya berbeda, solidaritas warga dan mekanisme anggaran negara.

Publik Terbelah, tetapi Akarnya Tetap soal Komunikasi dan Solidaritas

Pada akhirnya, dinamika ini memperlihatkan bagaimana publik memandang aksi kemanusiaan dengan penuh emosi dan harapan.

Baca Juga: Bantuan Terlambat dan Anggaran Daerah Menipis, Iqbal Ungkap Urgensi Penetapan Bencana Nasional di Sumatera

Banyak warga yang merasa bahwa siapa pun yang turun langsung ke lokasi bencana berhak diapresiasi tanpa harus dibanding-bandingkan.

Di sisi lain, pemerintah merasa berkewajiban meluruskan persepsi bahwa mereka telah bekerja sejak awal melalui lembaga resmi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X