“Berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua, yang masif sekali dan tidak berhenti,” sambungnya tanpa menunjukkan nada provokatif sedikit pun.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan publik membuat ia tidak punya ruang untuk memelihara perasaan negatif.
“Tidak ada orang yang bisa merasa kesal dan marah ketika mendapatkan dukungan dan support sebesar ini,” imbuhnya.
Sikap tenangnya membuat publik semakin bersimpati dan memuji pendekatan Ferry yang tidak ikut memperkeruh suasana.
Permintaan Maaf Sudah Diterima demi Menghindari Konflik Berkepanjangan
Di tengah polemik itu, Ferry mengungkapkan bahwa Endipat telah menghubunginya langsung.
Anggota dewan tersebut menyampaikan permintaan maaf secara personal untuk meredakan ketegangan yang terlanjur melebar.
Dalam unggahannya, Ferry menjelaskan bahwa ia menerima permintaan maaf itu tanpa keberatan apa pun.
"Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf, saya juga menerima itu karena gak adanya juga memelihara konflik di situasi seperti sekarang," terangnya.
Ferry menilai tidak ada manfaat dari memperpanjang perdebatan ketika fokus publik seharusnya tertuju pada penyintas bencana.
Ia bahkan memanfaatkan percakapan tersebut untuk menyampaikan beberapa kebutuhan darurat masyarakat di lapangan.
“Saya juga sudah sampaikan beberapa concern dan kebutuhan masyarakat di lapangan dan beliau menerima,” lanjutnya.
Sikap dewasa ini membuat banyak orang menilai Ferry memperlihatkan keteladanan dalam mengelola konflik di era digital.
Artikel Terkait
Dari Banyumas ke Cilacap, BGN Ungkap Masalah Kuota SPPG dan Jawabannya Bukan PHK
7 Fakta Kunjungan Kedua Prabowo ke Aceh Begini Ancaman Penyakit, Helikopter Medis, dan Strategi Pemulihan!
Biaya Pemilu yang Membengkak hingga Debat Legitimasi, 7 Sorotan Panas dari Wacana Pilkada via DPRD
Tak Sekadar Pelatihan, Ini Cara BRI Membekali Difabel dengan Keterampilan, Pengalaman, dan Akses Kesempatan
Aturan Usia Medsos Diperketat, PSE Kini Bisa Disanksi Jika Kebobolan Pengguna Anak di Bawah Umur