KLIK SAJA - Ketika Aceh masih memulihkan diri dari banjir besar, Presiden Prabowo Subianto kembali hadir pada Minggu, 7 Desember 2025 guna memastikan semua proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan warga.
Kunjungan kedua ini menandai komitmen pemerintah yang tidak hanya hadir saat bencana sedang berlangsung, tetapi terus mengawal fase setelahnya.
Kehadiran sejumlah menteri membuat suasana rapat semakin intens namun tetap fokus pada solusi.
Masyarakat bisa mengikuti jalannya rapat melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.
Baca Juga: Dari Banyumas ke Cilacap, BGN Ungkap Masalah Kuota SPPG dan Jawabannya Bukan PHK
Transparansi ini memberi gambaran utuh tentang apa yang sedang dikerjakan pemerintah.
Publik akhirnya dapat melihat bagaimana kementerian lintas sektor merespons kondisi Aceh yang masih rentan, berikut rangkaian poin pentingnya.
1. Kunjungan Kedua Presiden Prabowo untuk Memastikan Pemulihan
Prabowo kembali ke Aceh bukan untuk ritual politik, melainkan untuk memastikan proses pemulihan benar-benar berjalan.
Di lokasi banjir, ia melihat langsung kondisi pengungsian yang mulai padat dan penuh tantangan.
Kunjungan ini memperlihatkan bahwa pemerintah memandang serius fase pascabanjir, bukan hanya saat air sedang tinggi.
Presiden juga mengadakan rapat tertutup bersama jajaran menteri guna menyusun respons cepat.
Di lapangan, warga menyampaikan sejumlah keluhan terkait kesehatan dan logistik.
Artikel Terkait
Firman Soebagyo hingga Puan, Bantuan Bencana Jangan Jadi Ajang Pencitraan
Kayu Gelondongan Melintas Setelah Bencana? Titiek Soeharto: ‘Saya Sedih, Miris, dan Marah’
Ketika Jaringan Umum Tumbang Satelit BRI Justru Menyala, Begini Cara Layanan Tetap Terjaga di Tengah Bencana
Ironi! Presiden Prabowo Banggakan Kelapa Sawit di Tengah Situasi Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra
Saat Media Berusaha Tetap Bernafas, Apa Saja yang Dibedah di Seminar Nasional MSF 2025?