KLIK SAJA - Rapat Komisi IV DPR bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendadak berubah panas setelah pemutaran sebuah video.
Tayangan itu memperlihatkan rangkaian truk yang membawa kayu gelondongan berukuran besar melintas di jalan umum.
Ironisnya, kejadian itu terjadi hanya dua hari setelah banjir bandang melanda Sumatera dan menimbulkan korban serta kerusakan.
Reaksi langsung pun muncul dari Ketua Komisi IV, Titiek Soeharto, yang tampak emosional sejak awal.
Baca Juga: Firman Soebagyo hingga Puan, Bantuan Bencana Jangan Jadi Ajang Pencitraan
Baginya, apa yang ditampilkan video itu bukan sekadar aktivitas lalu lintas biasa, melainkan sinyal betapa lemahnya pengawasan terhadap penebangan pohon.
Titiek melihat video itu sebagai pengingat bahwa bencana dan eksploitasi lingkungan sering kali berjalan beriringan.
Situasi ini memperkuat kecurigaan publik tentang adanya aktivitas ilegal yang tetap berlangsung bahkan saat warga sedang berduka.
Pemandangan Truk Kayu Setelah Banjir Itu “Menyedihkan dan Memicu Kemarahan”
Begitu video selesai diputar, suasana ruang rapat langsung berubah.
Titiek tidak bisa menahan emosinya dan menyampaikan rasa sedih, miris, sekaligus marah atas apa yang ia lihat.
Baca Juga: DPR Memanas! Usman Husin Minta Menteri Kehutanan Mundur di Tengah Sorotan Banjir Sumatera
“Terus terang saya sedih, miris, dan saya marah,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia menilai kemunculan truk pengangkut pohon besar begitu dekat dengan waktu bencana merupakan tindakan yang sama sekali tidak sensitif.
Artikel Terkait
Kereta Hijau untuk Petani dan Pedagang, Inovasi KAI yang Bikin Mobilitas Usaha Rakyat Jadi Lebih Ringan
Internet, Telepon, SMS Gratis! Telkomsel Beberkan Langkah Cepat Pulihkan Layanan di Tiga Provinsi Terdampak
Dari Kerusakan Hulu hingga Tata Ruang Amburadul, Begini Alasan Cak Imin Minta Evaluasi Total Kebijakan!
Sido Muncul Salurkan Bantuan Rp900 Juta dari Sumbar hingga Aceh, Bukti Kepedulian yang Tak Pernah Padam
Alasan Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Aceh dan Sumatra Utara