KLIK SAJA - Cara pemerintah menyalurkan bantuan di wilayah bencana Sumatera kembali menjadi sorotan besar.
Sejumlah anggota DPR menilai metode distribusi melalui udara, termasuk melempar bantuan dari helikopter, tidak tepat dan bisa merugikan warga.
Sorotan datang dari dua arah sekaligus, rapat Komisi IV DPR bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani.
Situasi ini menunjukkan bahwa kritik bukan hanya soal teknis, tetapi tentang cara negara hadir di tengah masyarakat yang sedang kesulitan.
Baca Juga: DPR Memanas! Usman Husin Minta Menteri Kehutanan Mundur di Tengah Sorotan Banjir Sumatera
DPR menekankan bahwa setiap bantuan seharusnya diberikan dengan cara yang aman, manusiawi, dan mempertimbangkan kondisi para korban.
Polemik ini akhirnya membuka diskusi luas mengenai SOP bantuan bencana.
Publik pun ikut menyoroti bagaimana empati diwujudkan dalam tindakan.
Firman Soebagyo: Jangan Ada Lagi Beras Dilempar dari Helikopter
Anggota Komisi IV DPR Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, menjadi salah satu yang paling vokal menyinggung metode distribusi bantuan yang dinilai tidak etis.
Ia secara tegas meminta pejabat agar memperlakukan para korban dengan hormat, bukan dengan cara-cara yang terkesan terburu-buru.
Baca Juga: PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Apa Hubungannya dengan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra?
Firman mencontohkan praktik melempar beras dari helikopter yang sempat viral dan menuai kritik publik.
"Saya minta kepada pejabat yang ada di daerah juga, ketika membantu para korban hendaklah yang sopan," ucap Firman di rapat Komisi IV, Kamis 4 Desember 2025.
Artikel Terkait
Ridwan Kamil Bicara Blak-Blakan Soal Dana untuk Lisa Mariana, Inilah 7 Hal yang Bikin Kasusnya Semakin Panas!
Kargo Technologies Melaju Lebih Bersih! Elektrifikasi Total 2035, Armada Ribuan EV, dan Kolaborasi Raksasa untuk Logistik Hijau
BRI Kembali Unjuk Gigi! Holding Ultra Mikro Antar BRI Raih Penggerak Sektor Keuangan 2025 dan Dorong UMKM Naik Kelas
DevFest Bandung 2025 Pecah! 2 Ribu Peserta Padati Auditorium, AI dan Cloud Jadi Bintang Utama Seharian Penuh
Penyitaan Dianggap Melawan Hukum, Jaga Marwah Gugat Satgas BLBI dan Minta KPK Turun Tangan