KLIK SAJA - Sejak pagi, suasana Auditorium Universitas Kristen Maranatha sudah berubah menjadi “kawah candradimuka” versi era digital.
Sebanyak 2.000 peserta memadati ruangan, membawa energi yang terasa seperti festival musik.
Bedanya, ini festivalnya para developer. Acara yang digagas GDG Bandung ini benar-benar mencuri perhatian dengan eksekusi yang rapi dan atmosfer penuh semangat belajar.
Mahasiswa, profesional, hingga masyarakat umum bercampur dalam satu aliran rasa ingin tahu yang sama.
Mereka tak hanya hadir untuk duduk manis, tapi menyerap wawasan teknologi terkini.
DevFest tahun ini juga tampil lebih matang, terasa dari bagaimana alurnya mengalir tanpa ada “bottleneck” di tiap sesi.
Bandung lagi-lagi membuktikan dirinya sebagai magnet inovasi.
Membangun Solusi AI dan Cloud yang Aman, Tangguh, dan Berkelanjutan
DevFest Bandung 2025 mengusung tema “Building Safe, Secure and Scalable Solutions with AI and Cloud”, sebuah tema yang terasa makin relevan di tengah dunia yang bergerak serba otomatis.
Peserta diajak menyelami bagaimana teknologi tidak hanya canggih, tapi juga perlu aman dan mampu tumbuh secara sistematis.
Diskusi seputar keamanan digital, efisiensi cloud, dan etika AI menjadi benang merah acara. Dengan rentetan sesi yang tertata rapi, peserta bisa memahami gambaran besar ekosistem teknologi modern.
Tema ini memperlihatkan tekad GDG Bandung untuk membawa teknologi ke arah yang tidak hanya futuristik, tapi juga bertanggung jawab.
Sebuah pendekatan yang membuat DevFest bukan sekadar ajang kumpul developer, tapi ruang belajar bersama. Hasilnya? Pemahaman yang lebih “membumi” sekaligus visioner.
Artikel Terkait
Dari Kerusakan Hulu hingga Tata Ruang Amburadul, Begini Alasan Cak Imin Minta Evaluasi Total Kebijakan!
Sido Muncul Salurkan Bantuan Rp900 Juta dari Sumbar hingga Aceh, Bukti Kepedulian yang Tak Pernah Padam
Alasan Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Aceh dan Sumatra Utara
Viral! Petugas BNPB Aceh Utara Menangis Ungkap Banyak Bayi dan Lansia Kelaparan di Lokasi Bencana, Imbas Bantuan Belum Kunjung Datang
Benang Kusut Dana Rp100 Miliar! Maming, PBNU, Audit GPAA, dan Langkah KPK yang Kini Jadi Sorotan Publik